Borneo FC Kian Dekati Persib di Puncak Klasemen, Jarak Poin Tinggal Tiga Angka

- Jumat, 24 April 2026 | 22:00 WIB
Borneo FC Kian Dekati Persib di Puncak Klasemen, Jarak Poin Tinggal Tiga Angka

BANDUNG Persaingan puncak klasemen Super League 2025/2026 mulai terasa panasnya. Bukan cuma panas, tapi juga mencekik. Di tengah tekanan yang terus meninggi, Borneo FC Samarinda perlahan merapat ke posisi terdepan yang masih diduduki Persib Bandung. Jarak poin mereka sekarang tinggal tiga angka. Tipis banget.

Setiap pertandingan yang tersisa bukan sekadar laga biasa lagi. Ini sudah kayak “final kecil” penentuan nasib. Siapa yang lengah, dia yang bakal gigit jari.

Saat ini, Borneo FC mengumpulkan 63 poin. Sementara Persib di puncak punya 66 poin. Peluang buat Pesut Etam makin terbuka lebar, apalagi setelah Persib kembali terpeleset. Mereka ditahan imbang tanpa gol sama Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Hasil itu bikin tren inkonsistensi Maung Bandung makin kelihatan. Sebelumnya, mereka juga gagal menang lawan Dewa United.

Di sisi lain, Borneo FC justru lagi on fire. Momentum mereka lebih stabil. Laga kontra Semen Padang FC di Stadion Segiri pada pekan ke-29 jadi momen krusial. Kalau menang, mereka selangkah lebih dekat ke singgasana juara. Pelatih Fabio Lefundes bahkan blak-blakan: sisa musim ini harus diperlakukan seperti final.

“Setiap laga adalah final. Saya sudah sampaikan ke pemain, kita harus raih poin penuh kalau mau tetap di papan atas,” tegas Fabio dalam konferensi pers. Bukan sekadar omongan besar, ini cerminan situasi nyata yang dihadapi timnya.

Tekunannya memang gila. Tapi Borneo FC kelihatan siap. Penyerang andalan mereka, Koldo Obieta, nggak lupa ingetin soal dukungan suporter. Ia bilang pertandingan lawan Semen Padang adalah “final pertama dari enam laga tersisa.” Penegasan bahwa setiap poin sekarang harganya mahal banget.

“Besok adalah final pertama dari enam laga sisa. Sangat penting buat kami menang di kandang,” ujarnya.

Tapi, di tengah fokus ke performa tim, Fabio Lefundes juga nyorot hal lain yang nggak kalah penting: kepemimpinan wasit. Ia secara terbuka minta komite wasit bertindak objektif dan adil. Apalagi di fase akhir kompetisi yang sarat kepentingan begini.

“Komite wasit harus pintar memilih. Jangan sampai ada wasit yang membela satu tim, harus adil. Kami sudah kerja keras berbulan-bulan, jangan sampai dirusak oleh hal-hal yang tidak bagus,” cetusnya.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran yang wajar. Dalam persaingan seketat ini, satu keputusan kontroversial bisa berdampak besar ke perebutan gelar. Apalagi Fabio juga sempat menyinggung penunjukan wasit yang dianggap kurang tepat di laga-laga penting sebelumnya.

Meski begitu, pelatih asal Brasil itu tetap menekankan bahwa kunci utama ada di timnya sendiri. Ia minta para pemain tetap menikmati permainan dan nggak terpancing emosi. Meskipun tensi pertandingan pastinya tinggi.

“Kalian harus enjoy permainan. Cara main kita berbeda, kalau kita ikut main keras dan kasar, itu bukan karakter kita. Kita harus tetap solid dan ‘menyala’ dengan cara main yang bagus. Dan hasilnya sudah kami buktikan,” pungkasnya.

Sementara itu, di kubu Persib Bandung, ceritanya lain. Meski masih di puncak, performa mereka mulai menunjukkan tanda-tanda menurun. Lawan Arema FC, dominasi permainan nggak bisa dikonversi jadi gol. Peluang dari Uilliam Barros sampai Beckham Putra gagal tembus pertahanan lawan yang dikawal kiper Lucas Frigeri. Kokoh banget.

Hasil imbang itu bukan cuma kehilangan dua poin. Lebih dari itu, celah buat pesaing kayak Borneo FC jadi makin lebar. Di fase akhir kompetisi, kehilangan momentum kayak gini bisa fatal akibatnya.

Sekarang, tekanan justru ada di pundak Persib. Setiap laga sisa bukan cuma soal mempertahankan posisi, tapi juga ujian mental buat jaga konsistensi di tengah kejaran rival. Sementara Borneo FC datang dengan percaya diri tinggi dan momentum positif. Kombinasi yang sering jadi faktor penentu dalam perebutan gelar.

Kalau Borneo mampu amankan kemenangan demi kemenangan, bukan mustahil mereka bakal menyalip Persib di tikungan terakhir musim. Apalagi jadwal yang tersisa masih menyimpan potensi kejutan. Terutama saat tim-tim papan atas saling berhadapan.

Pada akhirnya, perburuan gelar musim ini bukan cuma soal kualitas skuad. Lebih dari itu, soal mentalitas, konsistensi, dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang. Borneo FC kini berada di ambang sejarah. Sementara Persib Bandung harus berjuang keras buat pertahankan mahkota mereka.

Dengan selisih poin yang begitu tipis, satu hal jadi pasti: perburuan juara Super League 2025/2026 bakal ditentukan hingga detik terakhir. Nggak ada yang bisa santai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar