Manchester United Andalkan Pemain Muda untuk Perkuat Skuad

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:15 WIB
Manchester United Andalkan Pemain Muda untuk Perkuat Skuad

Manchester United mempercepat promosi sejumlah pemain muda akademi ke skuad utama untuk menambah kedalaman tim menjelang musim 2026-2027. Langkah ini diambil karena pergerakan di bursa transfer musim panas berjalan lambat.

Manajer Michael Carrick memberikan porsi latihan dan menit bermain pramusim kepada JJ Gabriel, Jim Thwaites, Shea Lacey, dan Jacob Devaney. Klub juga merampungkan perekrutan Tynan Thompson dan Cristian Orozco.

Perhatian utama tertuju pada JJ Gabriel, penyerang berusia 15 tahun yang mencetak 29 gol dari 32 laga tim junior musim lalu. Gabriel mencatatkan debut tim utama saat tampil dalam laga uji coba melawan Atletico Madrid di Stockholm pada 1 Agustus 2026.

Sesuai regulasi Premier League, Gabriel tidak diperbolehkan mengenakan kostum latihan bersponsor perusahaan taruhan karena usianya masih di bawah 18 tahun. Aturan batas usia juga membuatnya belum bisa menandatangani kontrak profesional hingga berusia 17 tahun pada Oktober 2027.

Mantan pemain sayap Manchester United, Lee Sharpe, memberikan pandangannya mengenai proses pengembangan sang pemain muda.

"Saya kira itu sudah menjadi konsekuensi ketika dia tampil sebagus itu di usia yang sangat muda pada begitu banyak level. Saya rasa dia pernah bermain untuk tim U-18, U-19, saya pikir mungkin dia bahkan pernah bermain untuk U-21 di United saat masih berusia 14 atau 15 tahun, jadi itu menunjukkan betapa bagusnya dia," kata Lee Sharpe.

Mantan pemain nasional Inggris tersebut menilai tekanan terbesar yang dialami seorang atlet muda umumnya berasal dari ambisi pribadinya sendiri.

"Tetapi secara umum, sebagai pemain, jika Anda bisa mengabaikan sedikit sorotan media, yang sekarang bahkan lebih sulit dilakukan dibanding saat kami bermain, saya pikir tekanan utama yang ada pada diri Anda adalah tekanan yang Anda berikan kepada diri sendiri. Saya pikir sebagian besar pemain akan mengatakan bahwa tidak ada yang pernah memberi mereka tekanan lebih besar daripada diri mereka sendiri, serta keinginan untuk turun ke lapangan dan menjadi versi terbaik dari diri Anda, lalu menjadi yang terbaik setiap pekan, di setiap sesi latihan, di setiap pertandingan," ujar Lee Sharpe.

Sharpe menambahkan bahwa pengelolaan waktu bermain yang tepat sangat krusial untuk menjaga fisik dan mental sang pemain dari risiko cedera dini.

"Jadi saya pikir dia punya tim staf yang bagus di belakangnya, Michael Carrick dan orang-orang yang mendukungnya. Saya pikir dia punya beberapa pemain senior yang sangat bagus yang akan membantunya dalam situasi-situasi yang akan datang," tutur Lee Sharpe.

Ia mengingatkan agar proses transisi Gabriel ke tingkat senior dilakukan secara cermat dan bertahap.

"Ini hanya soal menanganinya dengan benar dan menentukan timing yang tepat. Anda tidak ingin menghancurkan kepercayaan diri anak itu, Anda juga tidak ingin dia terus-menerus mendapat tekel keras dan mengalami cedera sejak dini. Ini soal mengatur waktunya dengan tepat," ucap Lee Sharpe.

Ia memperkirakan Gabriel hanya akan mendapatkan menit bermain terbatas di tim utama pada musim berjalan.

"Saya pikir mungkin kita akan melihat dia masuk selama sekitar 10 menit dalam sebuah pertandingan pada beberapa momen musim ini, tetapi kalau tidak, maksud saya, dia baru 15 tahun, jadi mungkin tidak, mungkin musim depan," kata Lee Sharpe.

Manajemen teknis klub juga menyiapkan skema bertahap untuk menjaga integrasi pemain muda agar berjalan beriringan dengan pematangan kualitas.

"Dia berkembang sangat baik, JJ. Kami selalu berusaha memberi eksposur kepada para pemain, agar mereka bisa datang, berlatih, dan merasakannya," ujar Michael Carrick.

Carrick menekankan bahwa kehati-hatian menjadi kunci utama dalam mengawal karier talenta muda akademi.

"JJ adalah talenta besar. Itu sangat jelas terlihat dan dia menjalani musim yang sangat bagus bersama tim U-18. Jelas kami sangat menghargainya. Tetapi kesabaran penting dalam mengelola semua hal yang menyertai itu," tutur Michael Carrick.

Ia menambahkan bahwa tim pelatih menentukan secara presisi momen pelibatan Gabriel dalam sesi latihan utama.

"Ini soal memilih momen yang tepat untuk naik ke level berikutnya, memilih momen untuk membiarkan mereka berada di posisi tertentu. Apa yang dia lakukan saat berlatih sudah bagus, seperti yang Anda harapkan," ucap Michael Carrick.

Selain Gabriel, Jim Thwaites mencatatkan akurasi umpan 86 persen saat melawan Atletico Madrid sebelum mencetak gol bagi tim U-21 melawan Ipswich. Di lini bertahan, Jacob Devaney dipercaya tampil sebagai bek tengah dalam laga persahabatan melawan Wrexham dan Rosenborg.

Sementara itu, Shea Lacey menunjukkan pemulihan performa lewat sumbangan satu gol ke gawang Rosenborg serta memenangi penalti saat berjumpa Atletico Madrid. Rangkaian uji coba pramusim Manchester United berlanjut dengan menghadapi Paris Saint-Germain, Leeds United, dan AC Milan, sebelum membuka laga perdana Premier League 2026-2027 melawan Hull City pada 22 Agustus 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags