Fenomena iklim ekstrem Godzilla El Nino memperparah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, tidak hanya di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, tetapi juga hingga Pontianak dan Palangka Raya. Kondisi kekeringan yang berkepanjangan akibat fenomena ini membuat upaya pemadaman semakin sulit dilakukan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan, dampak Godzilla El Nino memicu karhutla di berbagai daerah. "Dampak fenomena Godzilla El Nino, bencana karhutla saat ini tidak hanya terjadi di Gunung Bromo saja, melainkan juga melanda daerah lain seperti di Pontianak hingga Palangka Raya," ujarnya saat meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Bromo, Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan evaluasi di lapangan, Pratikno mengungkapkan bahwa karhutla di Bromo secara prinsip sudah berhasil dikendalikan. Dari total 34 titik api yang sempat terdeteksi, 32 titik berhasil dipadamkan, menyisakan dua titik api aktif yang masih dalam proses pemadaman.
Untuk mengatasi kendala teknis di lapangan, Menko PMK menggelar rapat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Jawa Timur, BPBD Probolinggo, serta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dua titik api yang masih menyala berada di kawasan P30 Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.
"Dari total 34 titik api, sebanyak 32 titik sudah berhasil dipadamkan. Saat ini tinggal dua titik yang masih menyala, yaitu di kawasan P30 wilayah Probolinggo dan Penanjakan wilayah Pasuruan," jelas Pratikno.
Kendala utama penanganan di dua lokasi tersebut adalah medan yang sangat terjal dan cuaca ekstrem yang berubah-ubah. Oleh karena itu, skema pemadaman lewat udara menggunakan helikopter water bombing menjadi fokus utama petugas gabungan. Pratikno menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap seluruh upaya penanggulangan karhutla di kawasan TNBTS.
Pemerintah terus memaksimalkan pengerahan armada water bombing dan tim darat untuk memastikan sisa dua titik api di Bromo benar-benar padam total, sehingga tidak merembet ke area konservasi lainnya.
Artikel Terkait
Menko PMK Pratikno Bantah Isu Mundur karena Sakit
Pratikno Bantah Isu Sakit dan Mundur, Sebut Sedang di Bromo untuk Tangani Karhutla
Air Danau Ranupani Menipis, Pemadaman Kebakaran Bromo Masih Terus Berlanjut
Istana Bantah Isu Menko PMK Pratikno Sakit dan Akan Mundur