Mentan Amran Sidak ke Gudang Bulog Karawang, Pastikan Stok Beras Capai 5 Juta Ton

- Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB
Mentan Amran Sidak ke Gudang Bulog Karawang, Pastikan Stok Beras Capai 5 Juta Ton

Karawang, SulawesiPos.com – Hari itu, Kamis (23/4/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman datang ke Gudang Bulog Karawang. Bukan sekadar kunjungan biasa. Ada yang berbeda dari caranya.

Didampingi Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Mentan terlihat sibuk. Ia menusuk-nusuk karung beras pakai congkong alat tusuk khas lalu memeriksa butirannya satu per satu. Serius banget.

Tapi yang bikin geleng-geleng kepala, ia malah lebih banyak ngobrol dengan orang-orang desa sekitar. Bukan dengan kepala gudang atau pegawai Bulog. Heran, ya? Tapi itulah yang terjadi.

Setelah puas memeriksa, barulah Mentan Amran bersama Dirut Bulog ngumumin sesuatu yang cukup bikin heboh: Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog sudah tembus 5.000.198 ton. Atau genap 5 juta ton. Angka ini, katanya, tertinggi sepanjang sejarah. Belum pernah ada stok sebanyak itu sebelumnya.

Nah, di sela-sela diskusi dengan para pengamat kayak Ichsanuddin Noorsy, Ujang Komaruddin, dan Hendri Satrio, Mentan Amran cerita soal pengalamannya tadi. Katanya, ia sengaja ngecek sampai ke bagian belakang gudang. Bukan cuma dari depan seperti tamu-tamu biasanya.

“Kami langsung kroscek ke lapangan. Tadi Bapak nggak lihat saya. Saya cek dari sana, sampai ke belakang. Kenapa? Karena biasanya kalau ada tamu ceknya dari depan saja,” ujar Mentan.

Bukan cuma beras yang dicek. Mentan juga ngobrol langsung sama kepala desa, penduduk, bahkan Babinsa. Alasannya simpel: “Karena aku mau ngecek, nggak mungkin saya tanya Dirut Bulog, dia bintang tiga,” paparnya santai.

Pertanyaannya pun khas. “Ini gudang disewa atau Bulog yang bangun?” tanyanya ke kepala desa, warga, dan Babinsa.

Jawabannya: “Ini disewa, Pak.”

“Benar?”

“Benar, Pak.”

“Sejak kapan sewanya, tujuh tahun lalu, ‘kan?” tanya Mentan dengan nada tegas, sedikit menekan.

“Nggak, Pak. Gudang ini disewa sejak 2025,” sahut Kepala Desa.

Mendengar itu, Mentan Amran mengaku yakin. Dirinya nggak dikasih laporan ABAS Asal Bapak Senang atau laporan palsu. Lega, pokoknya.

“Jadi, saya terima kasih kepada Dirut Bulog. Anda berada di jalan yang benar,” ujar Mentan sambil melirik ke arah Ahmad Rizal Ramdhani.

Dirut Bulog: Ini Bukti Nyata

Sementara itu, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani yang setia mendampingi sejak awal sidak punya pandangan sendiri. Menurutnya, angka 5 juta ton ini bukan cuma sekadar angka. Lebih dari itu, ini bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat.

“Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Ini juga menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau,” ujarnya.

Mentan Amran, yang dari tadi matanya nggak lepas dari tumpukan beras, langsung kasih apresiasi. “Terimakasih Pak Dirut Bulog dan jajarannya yang sudah bekerja keras hingga stok cadangan beras pemerintah bisa mencapai 5 juta ton pada pagi ini,” katanya.

Menurutnya, capaian ini nggak datang tiba-tiba. Ini hasil kerja kolektif yang solid. Mulai dari optimalisasi penyerapan gabah petani, penguatan koordinasi lintas sektor, sampai dukungan infrastruktur pergudangan yang makin luas dan modern.

Saat ini, Bulog punya lebih dari 1.500 gudang milik sendiri. Ditambah lagi lebih dari 1.200 gudang mitra yang disewa, tersebar di seluruh Indonesia. Semua itu memastikan stok aman dan siap distribusi kapan aja.

Dengan cadangan sekuat ini, Bulog nggak cuma jadi stabilisator. Mereka juga jadi penggerak utama ekosistem pangan nasional. Stok ini jadi instrumen strategis buat meredam gejolak harga, ngantisipasi kondisi darurat, dan mendukung program bantuan pangan pemerintah.

Lebih dari itu, capaian ini kasih energi baru buat seluruh insan Bulog. Mereka makin semangat ningkatin kinerja dan peran strategisnya demi kemandirian pangan nasional. Semangat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan bakal terus dijaga dan ditingkatkan.

Bulog optimistis. Dengan fondasi yang makin kokoh, upaya menuju swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional bisa terwujud. Berkelanjutan. Bukan cuma mimpi."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar