HARIAN, JEREZ – Menjelang seri Moto3 Spanyol di Circuito de Jerez, nama Veda Ega Pratama lagi-lagi jadi perbincangan hangat di tanah air. Apalagi setelah insiden di seri sebelumnya. Di Circuit of the Americas, pas lagi on fire, dia malah crash. Nah, Jerez ini jadi semacam panggung emosional buat dia. Sekaligus kesempatan buat balas dendam, memulihkan ritme, dan ngebuktiin kalau dia udah matang buat bersaing di level dunia.
Jerez bukan sekadar lintasan aspal biasa buat Veda. Sirkuit ini punya kenangan tersendiri. Ingat waktu musim 2025 di Red Bull Rookies Cup? Waktu itu dia start dari posisi ke-15. Tapi dalam satu lap aja, dia udah nyelonong ke posisi tiga. Manuvernya berani, presisinya tinggi banget. Agresif, tapi tetap terukur. Gaya balapnya itu, jujur, mengingatkan saya sama Valentino Rossi. Tipe pembalap yang nggak cuma nunggu celah, tapi bikin celah itu sendiri.
Musim lalu di Jerez, balapannya juga seru banget. Duel sengit antara Veda, Hakim Danish, dan Brian Uriarte. Akhirnya dia finis ketiga. Tapi podium itu bukan sekadar angka. Itu jadi titik balik. Kepercayaan dirinya naik drastis, dan dari situ jalannya ke Moto3 panggung dunia terbuka lebar.
Sekarang, setahun kemudian, Veda balik lagi ke Jerez. Tapi statusnya beda. Dia sekarang rookie di Moto3. Kelas ini keras, gila. Margin error-nya kecil banget, tekanannya luar biasa. Tapi untungnya, Veda punya satu keunggulan: dia hafal betul setiap tikungan di Jerez. Familiaritas itu penting. Bikin dia bisa ngatur ritme balapan lebih enak, lebih tenang.
Di sisi lain, rivalitas lama sama Hakim Danish dan Brian Uriarte pasti bakal panas lagi. Belum lagi pembalap lain yang juga haus poin. Tapi Veda nggak cuma modal kenangan lama. Mentalitasnya yang kuat itu yang bikin dia beda. Dia nggak gampang goyah. Setelah crash di Amerika, balapan ini bukan cuma soal ngumpulin poin. Lebih dari itu, ini soal bangkit. Soal memulihkan momentum yang sempat hilang.
“Jerez selalu punya cara untuk melahirkan kisah besar. Saya tahu setiap tikungan dan bagaimana memanfaatkannya, dan saya siap menunjukkan performa terbaik saya,” kata Veda waktu ditemui jelang balapan.
Dia lalu nambahin,
“Saya tidak selalu menang dengan cara konvensional. Dalam situasi sulit, saya sering menemukan jalannya sendiri, seperti yang saya pelajari dari gaya Valentino Rossi.”
Dengan segala persiapan dan pengalaman yang udah dia lewati, Veda Ega Pratama jelas jadi salah satu pembalap yang paling ditunggu aksinya di seri Moto3 Spanyol ini. Apakah dia bakal ngulang manuver-manuver berani ala legenda? Atau justru nulis cerita baru yang sepenuhnya punya dia? Semua mata sekarang tertuju ke Jerez, akhir April nanti. Kita lihat aja.
Artikel Terkait
Real Madrid Incar Gabriel Magalhaes, Arsenal Pasang Harga Rp2,2 Triliun
Enzo Maresca Prioritaskan Kembali ke Manchester City di Tengah Ketertarikan Napoli
Liverpool Buru Rafael Leao dari AC Milan Sebelum Piala Dunia 2026
Persebaya Bungkam Malut United 2-0, Naik ke Peringkat Keenam Liga 1