Pemerintah Jajaki Ekspor Ceker Ayam ke China Manfaatkan Surplus Produksi Nasional

- Kamis, 11 Juni 2026 | 01:15 WIB
Pemerintah Jajaki Ekspor Ceker Ayam ke China Manfaatkan Surplus Produksi Nasional

Pemerintah Indonesia mulai menjajaki peluang ekspor ceker ayam ke China seiring dengan surplus produksi ayam nasional yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diambil untuk memperluas pasar dan memanfaatkan kelebihan pasokan yang ada di dalam negeri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan bahwa saat ini Indonesia mampu mempertahankan swasembada daging ayam dan telur. Bahkan, produksi yang terus melimpah telah mencatatkan surplus yang membuka peluang untuk meningkatkan ekspor ke berbagai negara.

Menurut Agung, produksi ayam yang melimpah mendorong pemerintah untuk mencari pasar ekspor baru. Salah satu negara yang tengah dijajaki adalah Malaysia, selain China yang menjadi target untuk komoditas ceker ayam.

"Salah satunya lagi yang paling dekat kita ekspor produk ayam kita ke Malaysia. Ini juga termasuk China, ceker ayam kita. Jadi banyak komoditas yang sedang kita dorong untuk ekspornya, dan saat ini sudah dilakukan negosiasi-negosiasi, termasuk tentu dengan buyer-buyernya, calon buyernya," ujar Agung di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Agung menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai negosiasi untuk membuka akses pasar baru bagi produk peternakan Indonesia. Proses tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah antarnegara, tetapi juga penjajakan dengan calon pembeli di negara tujuan.

"Jadi banyak sekali negara-negara tujuan ekspor yang baru yang ingin kita buka. Dan tentu untuk bisa ekspor, bukan hanya persyaratan G to G (government to government), tetapi juga ada persyaratan unit usaha yang akan mengekspor komoditasnya itu," ujarnya.

Sementara itu, dalam upaya memperluas peluang ekspor dan investasi sektor peternakan, Kementerian Pertanian menggelar acara Indolivestock 2026 Expo & Forum yang berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar