FIFA Resmi Berlakukan 9 Aturan Baru untuk Piala Dunia 2026, Gol Inggris ke Uruguay Jadi Contoh Pelanggaran

- Rabu, 10 Juni 2026 | 20:30 WIB
FIFA Resmi Berlakukan 9 Aturan Baru untuk Piala Dunia 2026, Gol Inggris ke Uruguay Jadi Contoh Pelanggaran

FIFA resmi memperkenalkan sembilan perubahan aturan signifikan yang akan diterapkan pada gelaran Piala Dunia 2026, sebuah langkah yang dinilai mampu mengubah dinamika pertandingan sejak menit pertama. Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjadi salah satu figur kunci di balik kebijakan ini, yang mencakup penindakan lebih ketat terhadap pelanggaran sebelum bola dimainkan kembali. Kontak fisik berlebihan, blok ilegal, serta aksi menarik atau menahan lawan di area penalti kini langsung dianggap sebagai pelanggaran tanpa perlu menunggu bola hidup.

Salah satu dampak paling mencolok dari aturan ini disebut-sebut akan dirasakan oleh Timnas Inggris. Collina secara spesifik mencontohkan gol Inggris saat bermain imbang 1-1 melawan Uruguay dalam laga persahabatan. Menurutnya, gol tersebut tidak akan dianggap sah jika terjadi di Piala Dunia 2026 karena tindakan pemain Inggris dianggap menghalangi bek lawan menjalankan tugasnya secara normal.

Di sisi lain, FIFA juga melakukan perombakan besar pada sistem Video Assistant Referee (VAR). Kini, VAR dapat mengintervensi pada situasi sepak pojok, kartu kuning, hingga kartu kuning kedua sebuah perluasan wewenang yang sebelumnya tidak ada. Langkah ini diambil untuk meminimalkan kesalahan keputusan wasit di momen-momen krusial.

Sikap pemain terhadap wasit juga menjadi sorotan utama. FIFA akan memberikan sanksi tegas bagi pemain yang menutup mulut saat beradu argumen dengan ofisial pertandingan atau meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Kedua tindakan tersebut dapat langsung berujung kartu merah, tanpa peringatan terlebih dahulu.

Sementara itu, upaya mengurangi praktik membuang waktu menjadi fokus lain dalam aturan baru ini. Pemain selain kiper dilarang memasuki area teknis untuk menerima instruksi pelatih ketika penjaga gawang sedang mendapatkan perawatan medis. Kebijakan ini muncul setelah pelatih Daniel Farke menuduh Gianluigi Donnarumma memanfaatkan celah aturan saat pertandingan Manchester City melawan Leeds pada November lalu.

FIFA juga mengubah prosedur pergantian pemain secara drastis. Setiap tim hanya memiliki waktu sepuluh detik untuk menyelesaikan proses substitusi. Jika melewati batas tersebut, pemain pengganti baru dapat masuk setelah menunggu tambahan waktu satu menit. Untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang, wasit akan menerapkan hitungan mundur selama lima detik. Pelanggaran atas aturan ini dapat berakibat lemparan diberikan kepada lawan atau bahkan menghasilkan sepak pojok.

Sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selaku tuan rumah, FIFA menetapkan jeda minum selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. Keputusan ini diambil untuk menjaga kondisi fisik pemain tetap optimal di tengah suhu yang diperkirakan mencapai level ekstrem.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini