Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Awal 2026, Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Kebijakan Ekonomi Prabowo

- Kamis, 23 April 2026 | 19:45 WIB
Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Awal 2026, Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Kebijakan Ekonomi Prabowo

Jakarta Angka investasi di awal 2026 ini sepertinya mulai bicara. Realisasi pada triwulan pertama tahun depan jadi semacam bukti awal bahwa kebijakan hilirisasi yang digadang-gadang Presiden Prabowo Subianto perlahan menunjukkan hasil. Pemerintah memang sedang ngotot agar sumber daya alam kita nggak cuma dijual mentah-mentah ke luar negeri. Lebih baik diolah di dalam negeri, biar nilai tambahnya nggak lari ke mana-mana dan bisa ngerasain dampaknya langsung buat ekonomi nasional. Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bilang, total realisasi investasi tembus Rp498,8 triliun. Naik 7,2 persen dibanding tahun lalu. Nah, dari segitu, sektor hilirisasi nyumbang Rp147,5 triliun naik 8,2 persen. Artinya, investor makin tertarik ngelirik industri pengolahan. Ini sejalan sama strategi pemerintah yang lagi ngebut transformasi ekonomi. Menariknya, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi. Nilainya sekitar Rp250 triliun, atau 50,1 persen dari total investasi. Sedikit di atas PMDN yang Rp248,8 triliun. Buat sebagian pengamat, ini tanda kalau investor global makin percaya sama arah kebijakan ekonomi kita. “Ini jadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi nasional sudah di jalur yang benar. Sekaligus bukti kepercayaan investor makin tebal terhadap agenda transformasi ekonomi Indonesia,” kata Direktur NEXT Indonesia Center, Christiantoko, Kamis (23/4/2026). Sektor hilirisasi sendiri nyerap hampir 30 persen dari total investasi nasional tepatnya 29,6 persen. Dari angka itu, sekitar 66,7 persen atau Rp98,4 triliun datang dari PMA. “Angka ini menunjukkan investor makin serius tanam modal di proyek pengolahan bahan mentah jadi produk jadi atau setengah jadi. Ini sejalan sama target pemerintah buat ngurangin ketergantungan pada ekspor bahan mentah,” tambah Christiantoko. Yang paling nyumbang besar di hilirisasi ya sektor mineral, dengan nilai Rp98,3 triliun. Nikel masih jadi primadona, investasinya mencapai Rp41,5 triliun. Lalu ada tembaga Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, dan bauksit Rp13,7 triliun. “Dengan ngarahin modal ke sektor pengolahan, kita nggak cuma jaga SDA biar nggak keluar dalam bentuk mentah yang murah. Tapi juga sekalian bangun ekosistem industri yang lebih berdaya saing ke depannya,” pungkas Christiantoko.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini