Saham Chandra Asri (TPIA) Melonjak 13 Persen di Tengah IHSG Merah, Dipicu Technical Rebound dan Aksi Divestasi SCG Chemicals

- Senin, 08 Juni 2026 | 10:40 WIB
Saham Chandra Asri (TPIA) Melonjak 13 Persen di Tengah IHSG Merah, Dipicu Technical Rebound dan Aksi Divestasi SCG Chemicals

Saham Grup Barito, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), justru bergerak melawan arus di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar modal Indonesia pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terperosok di zona merah, TPIA mencatatkan penguatan signifikan setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 10.06 WIB, harga saham TPIA melonjak 13,41 persen ke level Rp1.480 per unit. Penguatan ini terjadi saat IHSG sempat merosot lebih dari empat persen pada awal sesi, melanjutkan tren negatif selama empat hari beruntun. Meskipun demikian, pada waktu yang sama, penurunan indeks berhasil terpangkas menjadi 2,94 persen ke level 5.430 posisi terendah sejak akhir 2020.

Menurut analis MNC Sekuritas, koreksi IHSG pagi itu sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa global dan regional Asia. Tekanan pasar dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh melampaui ekspektasi. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau yang dikenal dengan istilah higher for longer, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level terendah baru di Rp18.165 per dolar AS. Situasi ini menambah beban psikologis bagi pelaku pasar.

Secara teknikal, kenaikan saham TPIA hari itu dinilai sebagai technical rebound dari area permintaan di kisaran Rp1.300 hingga Rp1.200. Meski demikian, tren jangka menengah saham ini masih berada dalam fase bearish. Analis teknikal mencermati area Rp1.700 hingga Rp1.800 sebagai resisten terdekat yang berpotensi menjadi penghalang kenaikan berikutnya. Jika level itu berhasil ditembus, ruang penguatan dapat terbuka menuju kisaran Rp2.000 hingga Rp2.200.

Sementara itu, area Rp1.300 hingga Rp1.200 menjadi level support penting yang harus dipertahankan. Apabila kembali ditembus ke bawah, saham TPIA berisiko menguji area psikologis Rp1.000 yang merupakan salah satu level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan harga saham TPIA juga terjadi setelah pasar mencerna aksi divestasi besar-besaran yang dilakukan pemegang saham utama asal Thailand, SCG Chemicals Public Company Limited. Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2026, SCG Chemicals melepas total 11,83 miliar saham TPIA hanya dalam dua hari. Transaksi tersebut membuat kepemilikan perusahaan menyusut dari 29,38 persen menjadi 15,71 persen.

Sebelum transaksi, SCG Chemicals memiliki 25,42 miliar saham TPIA. Setelah penjualan, kepemilikannya tersisa sekitar 13,59 miliar saham. Penjualan dilakukan dalam tiga tahap. Pada 4 Juni 2026, SCG Chemicals menjual 1,35 miliar saham pada harga Rp1.396 per saham. Keesokan harinya, perusahaan melepas 9,14 miliar saham di harga Rp962 per saham dan 1,34 miliar saham lainnya pada harga Rp1.379 per saham. Seluruh transaksi dilakukan secara langsung untuk tujuan divestasi.

Meski kepemilikannya berkurang signifikan, SCG Chemicals masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham utama TPIA dengan porsi sekitar 15,71 persen. Aksi divestasi ini merupakan bagian dari strategi yang sebelumnya diumumkan oleh induk usaha SCG Chemicals, yakni The Siam Cement Public Company Limited (SCC).

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Thailand pada 5 Juni 2026, SCC menyatakan bahwa SCG Chemicals telah menjual sekitar 13,67 persen saham TPIA melalui pasar reguler dan pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada awal Juni. Dari transaksi tersebut, SCG Chemicals memperoleh dana sekitar 24,9 miliar baht Thailand atau setara dengan sekitar Rp13,7 triliun.

Menurut SCC, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menurunkan tingkat utang (deleveraging) sekaligus mengalokasikan kembali modal ke bisnis inti dan proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan penggunaan bahan baku etana di kompleks petrokimia Long Son di Vietnam. SCC juga menegaskan bahwa pelepasan saham TPIA tidak akan memengaruhi laporan laba rugi perusahaan, meskipun dampaknya tetap akan tercermin dalam laporan posisi keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar