Gempa M 7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 25 Wilayah di Indonesia

- Senin, 08 Juni 2026 | 07:40 WIB
Gempa M 7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk 25 Wilayah di Indonesia

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pantai selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37.42 WIB. Guncangan dahsyat itu tidak hanya dirasakan di negara tetangga, tetapi juga memicu peringatan dini tsunami yang menyasar 25 wilayah di Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasi persisnya berada di laut, sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer. Parameter gempa ini telah diperbarui dan dipastikan memiliki magnitudo 7,7.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk kategori siaga, daerah yang terdampak meliputi Minahasa, Bolaangmongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Sementara itu, status waspada berlaku di Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang tinggi.

Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa bumi susulan atau aftershock dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau warga untuk tidak panik, namun tetap mengikuti arahan dari instansi terkait.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar