Dominasi Marc Marquez sepanjang akhir pekan MotoGP Hungaria 2026 mencapai puncaknya pada Minggu (7/6) ketika ia meraih kemenangan gemilang di Sirkuit Balaton Park. Pembalap Ducati Lenovo Team itu menyempurnakan performa impresifnya setelah sebelumnya merebut posisi terdepan dan memenangi Sprint Race. Hasil ini mempertegas status Marquez sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara dunia musim ini.
Sepanjang balapan utama, pembalap Spanyol itu tampil tenang dan konsisten meski terus mendapat tekanan dari para rivalnya. Namun, lomba diawali dengan insiden besar di tikungan pertama yang langsung mengubah peta persaingan. Senggolan antarpembalap memicu kecelakaan beruntun, membuat beberapa pebalap gagal melanjutkan balapan. Jorge Martin, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez menjadi korban dalam insiden tersebut dan harus mengakhiri lomba lebih awal.
Di barisan depan, Pedro Acosta sempat memberikan perlawanan sengit. Pembalap muda Red Bull KTM Factory Racing itu bahkan berhasil mengambil alih posisi pertama pada fase awal balapan. Namun, pengalaman Marquez kembali menjadi pembeda. Memasuki pertengahan lomba, tepatnya sekitar lap ke-15, juara dunia delapan kali itu merebut kembali posisi terdepan dan perlahan membangun jarak aman hingga menyentuh garis finis.
Marquez menuntaskan balapan dengan waktu 42 menit 55,325 detik. Pedro Acosta harus puas finis di posisi kedua dengan selisih 1,343 detik, sementara rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, melengkapi podium di urutan ketiga. Penampilan impresif juga ditunjukkan rookie Ai Ogura yang finis keempat bersama Trackhouse Racing Aprilia. Luca Marini membawa Honda menembus lima besar setelah mengakhiri balapan di posisi kelima.
Keberhasilan Marquez di Hungaria terasa semakin istimewa karena ia sebelumnya juga mendominasi sesi kualifikasi dengan catatan waktu 1 menit 36,785 detik. Pada Sprint Race sehari sebelumnya, ia kembali menjadi yang tercepat dengan mengungguli Pedro Acosta. Hasil ini membuat Marquez mencatatkan hattrick sempurna berupa pole position, kemenangan Sprint Race, dan kemenangan balapan utama dalam satu akhir pekan.
Sementara itu, perhatian publik Indonesia tertuju kepada pembalap muda Veda Ega Pratama yang turun di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia. Veda sempat menunjukkan performa kompetitif, namun kehilangan peluang meraih poin setelah menjalani hukuman Long Lap Penalty dan mengalami insiden terjatuh pada lap terakhir. Meski demikian, pengalaman tampil di level dunia terus menjadi modal penting bagi pembalap asal Indonesia itu untuk berkembang dan bersaing di masa depan.
Artikel Terkait
Indra/Joaquin Runner-Up Indonesia Open 2026, Tembus 10 Besar Dunia
Siswi SMA Hilang Terseret Ombak di Tebing Pantai Apparalang Bulukumba
ICW Desak KPK Periksa Menteri Agus Andrianto dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA
POPSI Kritik PP Nomor 24 Tahun 2026, Nilai Aturan Ekspor Sawit Berpotensi Tak Transparan dan Rugikan Petani