Penjaga pantai Italia menemukan sepuluh jenazah korban kecelakaan kapal migran di perairan lepas Pantai Malta, Minggu (7/6/2026). Kapal nahas tersebut diketahui berlayar dari Libya dengan membawa sekitar enam puluh orang di dalamnya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (8/6/2026), penjaga pantai Italia menjelaskan bahwa kapal tersebut berangkat dari pantai Libya sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Sementara itu, sebuah kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dilaporkan telah menemukan sekitar 48 orang dalam keadaan selamat.
Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan kerja sama antara Italia dan Malta. Pihak Malta disebut telah meminta bantuan setelah menerima laporan mengenai terbaliknya kapal yang membawa para migran tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar 45 mil laut di arah timur-tenggara Malta, dan unit penjaga pantai Italia bergabung dalam pencarian sejak Minggu sore.
“Kapal patroli Italia sejauh ini telah menemukan 10 jenazah,” demikian pernyataan penjaga pantai Italia, seraya menambahkan bahwa proses pencarian di daerah tersebut masih terus berlanjut.
Tragedi ini kembali menyoroti tingginya angka kematian di jalur migrasi Laut Mediterania Tengah. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB, setidaknya 827 orang telah meninggal dunia tahun ini saat mencoba menyeberangi rute yang menghubungkan Afrika utara dengan Italia dan Malta tersebut. Rute ini dikenal sebagai salah satu penyeberangan internasional paling mematikan di dunia, dengan lebih dari 1.330 orang kehilangan nyawa pada tahun lalu.
Artikel Terkait
Remaja di Ponorogo Selamat Dievakuasi dari Sumur Sedalam 25 Meter
Christian Eriksen Kolaps di Laga Denmark Vs Ukraina, Pertandingan Dihentikan
Kapolri Bercanda Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Respons Banyak Aktivis Kini Duduki Jabatan Pemerintahan
Timnas U19 Pantau Ketat Kondisi Reno Salampessy Usai Cedera, Target Tampil di Semifinal