Persebaya Bungkam Malut United 2-0, Naik ke Peringkat Keenam Liga 1

- Kamis, 23 April 2026 | 22:00 WIB
Persebaya Bungkam Malut United 2-0, Naik ke Peringkat Keenam Liga 1

TERNATE Persebaya Surabaya datang ke markas Malut United, dan mereka pulang dengan senyum lebar. Kamis malam (23/4/2026), Green Force sukses membawa pulang tiga poin setelah menekuk tuan rumah dengan skor 2-0. Hasil ini terasa spesial, apalagi diraih di tengah tekanan dan tanpa beberapa pemain andalan.

Sejak peluit pertama, laga pekan ke-29 ini sudah panas. Malut United, yang main di kandang sendiri, langsung tancap gas. Mereka mencoba menguasai bola sejak menit awal. Yakob Sayuri jadi motor serangan, dua kali ia bikin peluang berbahaya pada menit ke-3 dan ke-11. Tapi lini belakang Persebaya, mereka cukup tangguh. Semua ancaman bisa diredam.

Persebaya sendiri bukannya diam saja. Di 15 menit pertama, Malik Risaldi dan Risto Mitrevski coba-coba membongkar pertahanan lawan. Sayang, penyelesaian akhirnya masih kurang beruntung. Pertandingan pun makin seru, kedua tim saling jual beli serangan. Temponya cepat, kadang bikin penonton deg-degan.

Nah, momen krusial datang di menit ke-38. Malut United sempat bikin gol lewat Yakob Sayuri. Tapi wasit menganulirnya. Katanya, ada handball oleh David da Silva dalam proses build-up. Keputusan itu jadi titik balik. Bukan cuma soal teknis, tapi juga psikologis. Malut United kayak kena pukulan telak.

Masuk babak kedua, tekanan tuan rumah belum juga reda. Yakob Sayuri dan David da Silva terus mencoba. Mereka punya berbagai skema serangan. Tapi di sinilah kecerdikan pelatih Persebaya mulai terlihat.

Pada menit ke-57, Persebaya mengubah pendekatan. Riyan Ardiansyah dan Koko Ari Araya masuk. Pergantian ini efektif banget. Lini tengah dapat energi baru, pressing makin intens, dan transisi dari bertahan ke menyerang jadi lebih cepat.

Perubahan itu langsung terasa. Persebaya mulai lebih berani keluar, memanfaatkan celah di lini belakang Malut United. Hasilnya, di menit ke-72, Milos Raickovic memecah kebuntuan. Ia menerima umpan matang dari Bruno Pereira, lalu dengan tenang menuntaskan peluang. Skor 1-0 untuk tim tamu.

Gol itu mengubah segalanya. Momentum sepenuhnya berpindah ke Persebaya. Mereka tampil makin percaya diri. Bukan cuma bertahan, mereka juga aktif melancarkan serangan balik cepat. Beberapa kali pertahanan Malut United kerepotan. Disiplin dan efisiensi jadi kunci.

Malut United coba merespons. Tapi penyelesaian akhir mereka kurang maksimal. Sebaliknya, Persebaya justru bisa memanfaatkan situasi di penghujung laga. Pada menit ke-90, Francisco Rivera memastikan kemenangan. Assist dari Riyan Ardiansyah, dan Rivera sukses menaklukkan lini belakang lawan. Skor 2-0, pertandingan pun berakhir.

Kemenangan ini terasa makin spesial karena diraih dengan skuad terbatas. Tanpa beberapa pemain penting, Persebaya tetap solid dan efektif. Ini menunjukkan kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik yang mereka miliki.

Strategi yang diterapkan pelatih benar-benar “meremukkan” permainan Malut United. Padahal, tim tuan rumah dikenal punya kekuatan finansial besar dan skuad kompetitif. Tapi Persebaya tidak mencoba mendominasi penuh. Mereka bermain cerdas, memanfaatkan momentum dan kelemahan lawan.

Tiga poin ini membawa Persebaya kini mengoleksi 45 poin dari 29 pertandingan. Mereka naik ke posisi keenam klasemen sementara. Hanya terpaut dua poin dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang ada di posisi keempat dengan 47 poin.

Di sisi lain, kekalahan ini jadi pukulan telak bagi Malut United. Mereka harus turun ke posisi kelima dengan 46 poin. Persaingan di papan atas makin ketat. Selisih poin sangat tipis, semuanya masih bisa berubah.

Sementara itu, Persib Bandung masih kokoh di puncak dengan 65 poin. Disusul Borneo Samarinda dengan 63 poin, dan Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 59 poin. Tapi dengan tren positif yang sedang dimiliki, Persebaya kini menjelma jadi ancaman serius.

Performa konsisten dalam beberapa laga terakhir jadi modal penting. Green Force tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain. Kolektivitas tim jadi kekuatan utama. Kontribusi pemain seperti Raickovic, Rivera, hingga Riyan Ardiansyah menunjukkan bahwa Persebaya punya banyak opsi dalam mencetak gol.

Di tengah ketatnya persaingan, satu hal jadi jelas: Persebaya bukan lagi sekadar pelengkap di papan atas. Mereka adalah penantang serius yang siap menyalip kapan saja. Dengan sisa pertandingan yang makin sedikit, setiap poin jadi sangat berharga. Momentum kini ada di tangan mereka. Tinggal bagaimana menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap peluang.

Kalau tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Green Force akan jadi kejutan terbesar di akhir musim.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar