Curhat Anak Pasien Viral, RSUDAM Bantah Tolak Ibu yang Meninggal

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Curhat Anak Pasien Viral, RSUDAM Bantah Tolak Ibu yang Meninggal

Sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi viral setelah seorang anak menceritakan pengalaman pahitnya saat membawa ibunya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr H Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku ibunya tidak mendapat pelayanan karena dianggap tidak darurat, dan kemudian meninggal dunia.

Anak pasien tersebut menuliskan bahwa ibunya dibawa ke IGD RSUDAM karena kondisi kesehatannya terus menurun. Namun, petugas IGD saat itu menyampaikan bahwa kondisi pasien belum memenuhi kriteria gawat darurat sehingga tidak ditangani di IGD. "Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya nggak darurat itu sekarang sudah meninggal," tulisnya dalam unggahan yang dilansir detikSumbagsel, Rabu (5/8/2026).

Keluarga kemudian membawa pasien ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pasien berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan transfusi empat kantong darah. Pasien juga didiagnosis mengalami stroke. Keluarga mengaku kecewa karena menilai kondisi ibunya saat itu seharusnya sudah memerlukan penanganan darurat. Mereka juga menyoroti sikap tenaga medis yang dinilai kurang menunjukkan empati saat memberikan penjelasan.

RSUDAM Membantah

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, pihak RSUDAM membantah telah menolak pasien. Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM, dr. Yusmaidi, menyebut pasien atas nama Zulaiha (52) tetap diterima dan diperiksa oleh petugas IGD. "Dari hasil investigasi kami, tidak benar ada penolakan. Semua pasien yang datang ke Rumah Sakit Abdul Moeloek selalu kami terima. Ibu Zulaiha juga diterima dan dilakukan pemeriksaan di IGD," ucap dr Yusmaidi.

Yusmaidi menjelaskan hasil pemeriksaan petugas menunjukkan pasien memiliki riwayat penyakit kronis. Meski demikian, pihak rumah sakit menyatakan akan tetap mengevaluasi pelayanan yang diberikan kepada pasien dan keluarga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags