Ibu Winda Lorenza Gowasa Menangis di Rumah Duka, Polisi Tegaskan Kasus Bunuh Diri

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:48 WIB
Ibu Winda Lorenza Gowasa Menangis di Rumah Duka, Polisi Tegaskan Kasus Bunuh Diri

Kesedihan mendalam menyelimuti rumah duka di Kota Medan, Sumatera Utara, saat Yestin Laia, ibu dari Winda Lorenza Gowasa, tak kuasa menahan air mata melihat putrinya terbaring di peti mati, Rabu (5/8). Winda, mantan istri Brigadir ISH, seorang polisi, ditemukan tewas dengan luka tembak di kamar mandi rumahnya. Polrestabes Medan menyatakan peristiwa itu sebagai bunuh diri menggunakan pistol milik mantan suaminya.

Sejak pagi, rumah orang tua Winda dipenuhi kerabat yang datang untuk memberikan dukungan. Mereka bergantian menguatkan keluarga yang merasa kehilangan terlalu cepat. Yestin, dengan suara bergetar, memohon kepada awak media untuk memberitakan dengan hati-hati. "Kasih tahu lah samaku. Bapak pakai hati kalian ya. Ciptaan Tuhan, ciptaan kita, apa yang sebenarnya bapak beritakan. Tolonglah, oooo Yesus. Seorang ibu kehilangan anaknya," ujarnya sambil mengelus wajah putrinya yang terbujur kaku.

Air mata terus mengalir membasahi pipi Yestin. Wajahnya menggambarkan luka yang dalam, kehilangan yang tak terperi. Di tengah duka, keluarga juga menyuarakan kejanggalan atas kematian Winda. Mereka mempertanyakan apakah benar peristiwa itu murni bunuh diri.

Respons Polisi

Menanggapi kejanggalan yang disampaikan keluarga, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menegaskan bahwa autopsi telah dilakukan. "Sudah dilakukan autopsi," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (5/8).

Polrestabes Medan sebelumnya memastikan bahwa kematian Winda atau WLG di rumahnya di Medan Helvetia adalah bunuh diri. Ia mengakhiri hidupnya dengan senjata api milik mantan suaminya yang berpangkat brigadir berinisial ISH. Kesimpulan ini didasarkan pada olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis dan hasil autopsi.

"Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor. Dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi bahwa adanya sisa residu di jari, tangan, badan, baju milik korban," jelas Calvijn saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).

Lebih lanjut, Calvijn menuturkan bahwa hasil swab pada jari tangan ISH tidak ditemukan sisa residu, yang memperkuat dugaan bahwa korban yang menarik pelatuk senjata. Meski demikian, keluarga Winda masih diliputi duka dan berharap kebenaran dapat terungkap.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags