Suasana mencekam menyelimuti dua desa di Kecamatan Cilebak, Kuningan. Puluhan domba milik warga ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan. Di leher mereka, terlihat jelas luka-luka bekas gigitan tajam.
Serangan ini ternyata bukan sekali terjadi. Menurut laporan, sudah dua kali peristiwa serupa berlangsung dalam hitungan hari. Yang terbaru, Senin malam lalu, benar-benar bikin warga setempat panik. Hewan buas yang berkeliaran itu diduga anjing liar atau mungkin ajag, yang mulai mendekati permukiman.
Kepala Bidang Peternakan Diskanak Kuningan, drh Rofiq, membenarkan kejadian ini. "Berdasarkan informasi dan laporan teman-teman UPTD serta Kapolsek, telah terjadi serangan yang diduga dilakukan anjing liar terhadap ternak domba sebanyak dua kali," katanya, Rabu (14/1).
Informasi itu sendiri dia terima dari UPTD wilayah setempat dan juga dari pihak kepolisian.
Rofiq membeberkan kronologinya. Serangan pertama terjadi Jumat malam di Desa Cilebak. Enam ekor domba milik seorang warga bernama Taryo tewas digigit hewan buas.
Namun begitu, teror itu belum berakhir. Senin malamnya, giliran Desa Bungurberes yang jadi sasaran. Situasinya lebih parah. Dari 16 ekor domba yang diserang, separuhnya mati. Delapan sisanya terluka.
"Di Bungurberes ada 16 ekor domba yang digigit hewan yang kami curigai anjing liar. Delapan ekor mati dan delapan lainnya masih hidup," jelas Rofiq.
Dari pantauan di lapangan, mayoritas korban mengalami luka gigitan di area leher. Pola serangan seperti ini mengincar bagian vital memang khas dilakukan hewan pemangsa.
Untuk memastikan pelakunya, Diskanak Kuningan tak mau cuma berpatokan pada laporan. Mereka berencana turun langsung ke lokasi dalam waktu dekat.
"Besok rencananya kami akan turun ke lokasi untuk memastikan apakah ini serangan anjing liar, ajag, atau hewan buas lainnya," tuturnya.
Sambil menunggu kepastian itu, warga diimbau waspada. Mengamankan ternak di kandang yang lebih kuat menjadi langkah bijak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Suasana mencekam masih terasa, dan semua berharap serangan susulan bisa dihindari.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Penuhi Amanah Terakhir Jupe, Bantu Ibunda yang Terpuruk Ekonomi
Ketua Ombudsman RI Ditahan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Nikel
Unhas Tanggapi Laporan Pungli Terhadap Pengusaha Rental Papan Ucapan di Area Kampus
Warga Jemur Gabah di Badan Jalan Bypass Mamminasata, Lalu Lintas Tetap Ramai