Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan

- Minggu, 01 Maret 2026 | 05:00 WIB
Al Nassr Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Kemenangan 3-1 Berkat Gol Bunuh Diri Lawan dan Al Hamdan

Mental juara itu benar-benar teruji. Al Nassr sempat tertinggal, tapi akhirnya meraih kemenangan meyakinkan 3-1 dalam laga lanjutan kompetisi domestik. Drama sepanjang 90 menit itu dimulai dengan kejutan tak menyenangkan di babak pertama.

Babak pembuka berjalan alot dan menegangkan. Cristiano Ronaldo bahkan mendapat peluang emas di menit ke-11 lewat titik putih. Sayang, eksekusinya tak membuahkan gol. Kegagalan itu sepertinya memengaruhi ritme permainan tim tamu. Dan petaka benar-benar datang saat jeda babak pertama hampir tiba. Al Amri melakukan gol bunuh diri di menit 45 2, membuat Al Nassr tertinggal 0-1 saat turun minum.

Namun begitu, suasana di babak kedua benar-benar berbeda.

Al Nassr tampil dengan agresivitas yang jauh lebih tinggi. Mereka menekan tanpa henti, dan tekanan itu akhirnya terbayar. Sadio Mane, sang striker, menjadi pencetus kebangkitan dengan gol penyama kedudukan di menit ke-72. Gol itu bagai menyulut api semangat.

Dan situasi pun berbalik dengan cepat. Hanya delapan menit berselang, nasib malang berpindah ke kubu lawan. Mosquera melakukan blunder dengan mencetak gol bunuh diri sendiri, mengubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Al Nassr. Puncak drama terjadi lima menit menjelang akhir pertandingan. Al Hamdan, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses menuntaskan umpan matang dari Joao Felix. 3-1. Skor itu bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Yang menarik, meski Ronaldo gagal mencetak gol dari titik penalti, perannya dalam membangun serangan tetap tak bisa dianggap remeh. Tapi sorotan justru tertuju pada Al Hamdan. Pemain muda itulah yang muncul sebagai pahlawan lewat performa impresifnya di babak kedua.

Kemenangan ini jelas bicara banyak. Bukan cuma soal tiga poin, tapi lebih tentang karakter sebuah tim. Al Nassr menunjukkan mental baja; mampu bangkit dari keterpurukan dan membalikkan keadaan dalam waktu yang terbilang singkat. Sebuah pernyataan yang kuat.

Secara statistik, pertandingan ini pengecualian. Ronaldo gagal penalti, ada dua gol bunuh diri, dan kebangkitan terjadi dalam rentang 13 menit terakhir. Ringkasnya: gol bunuh diri Al Amri (45 2'), gol penyama Mane (72'), gol bunuh diri Mosquera (80'), dan penutup manis dari Al Hamdan (85'). Skor akhir 1-3 berbicara sendiri.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar