DiCaprio Tegaskan: Seni Sejati Tak Bisa Lahir dari Mesin

- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:50 WIB
DiCaprio Tegaskan: Seni Sejati Tak Bisa Lahir dari Mesin

Leonardo DiCaprio dan Seni: Mengapa AI Tak Bisa Menggantikan Sentuhan Manusia

Di tengah hiruk-pikuk perdebatan soal kecerdasan buatan di Hollywood, Leonardo DiCaprio punya pendapat yang cukup tegas. Bagi aktor papan atas ini, AI, sehebat apa pun, tak akan pernah bisa disebut sebagai seni sejati. Alasannya sederhana namun mendasar: ia kehilangan unsur kemanusiaan yang esensial.

Pandangan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara mendalam dengan majalah Time, yang baru saja mendaulatnya sebagai Entertainer of the Year. DiCaprio tak sekadar menolak, ia menjelaskan dengan rinci.

"Menurut saya, apa pun yang secara otentik dapat dianggap sebagai seni harus datang dari manusia," ujar DiCaprio.
"Kalau tidak, ya hilanglah dasar yang mengikatnya. Tak ada jiwa manusia di dalamnya, secemerlang apa pun hasilnya."

Ia lalu memberi contoh konkret. Beberapa waktu lalu, sempat ramai lagu mashup AI yang menyatukan suara Michael Jackson dan The Weeknd. Memang terdengar keren, akui DiCaprio. Tapi coba lihat lagi.

"Anda mendengarnya dan berpikir, 'wah, ini keren banget'. Namun begitu, ketenarannya cuma sesaat. Lima belas menit kemudian, ia sudah tenggelam dan hilang ditelan tumpukan sampah digital lainnya," jelas aktor berusia 51 tahun itu dengan nada khasnya.

Namun begitu, penting untuk dicatat bahwa DiCaprio sama sekali tidak anti-teknologi. Ia bukan tipe yang menutup mata. Justru, ia melihat potensi AI sebagai alat bantu yang luar biasa, terutama untuk para pembuat film muda. Dengan alat ini, mereka bisa bereksperimen dan menciptakan visual yang sebelumnya mustahil.

Jadi, garis pemisahnya jelas. AI adalah alat yang brilian, tapi ia tetap hanya alat. Jiwanya, esensinya, dan gelora emosi yang membuat sebuah karya beresonansi semua itu hanya bisa datang dari manusia. Itulah inti dari seni, menurut DiCaprio.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler