Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

- Senin, 27 April 2026 | 05:40 WIB
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju

JAKARTA Malam itu, Hotel Raffles di Jakarta Selatan mendadak berubah jadi panggung gemerlap. Resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, yang digelar Minggu (26/4/2026), ternyata bukan sekadar pesta biasa. Sederet tokoh nasional dan pejabat publik memadati tempat itu. Suasananya? Ramai, tapi tetap terasa hangat. Salah satu sosok yang langsung menyedot perhatian adalah Yenny Wahid. Putri dari Presiden Abdurrahman Wahid ini datang dengan senyum khasnya. Di sela-sela acara, ia menyempatkan diri menyampaikan doa untuk kedua mempelai. “Selamat menempuh hidup baru untuk El dan Syifa. Semoga pernikahannya langgeng dan diberkahi banyak cinta, kasih sayang, dan manisnya kehidupan rumah tangga,” ucapnya. Tapi, ada cerita lucu di balik penampilannya malam itu. Yenny mengaku sempat keder bukan karena grogi, melainkan soal busana. Sebelum berangkat ke Hotel Raffles, ia mengalami apa yang disebutnya sebagai ‘insiden’ kecil. “Saya itu salah dresscode sebenarnya. Dresscode dari mempelai kan gaun hitam ya. Tapi ternyata gaun hitam saya sudah tidak muat lagi,” katanya sambil tertawa kecil. Akhirnya, Yenny memilih jalan tengah. Ia tampil dengan kebaya hitam yang dipadukan kerudung cokelat muda. Penampilannya tetap anggun, meski ia sadar tidak sepenuhnya mengikuti aturan. “Maaf ya El dan Syifa. Saya tidak sesuai dresscode nih,” imbuhnya, nada bicaranya ringan. Di sisi lain, pernikahan ini sendiri sudah resmi dimulai sejak pagi. Akad nikah digelar di tempat yang sama Hotel Raffles pukul 10.45 WIB. Setelah itu, resepsi berlangsung secara tertutup. Menurut sejumlah saksi, tamu undangan yang hadir cukup istimewa. Presiden Prabowo turut hadir, begitu pula deretan pejabat negara dan beberapa public figure. Suasana malam itu, kata orang-orang, terasa khidmat tapi juga meriah. Yenny sendiri, meski salah kostum, tampak menikmati momen. Ia bercanda, tersenyum, dan berbaur dengan tamu lain. Mungkin, itulah yang bikin acara terasa lebih manusiawi bukan sekadar seremoni formal, tapi ada celoteh dan tawa di sela-sela doa.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags