Kakek 103 Tahun Asal Bantul Akan Jadi Calon Jemaah Haji Tertua pada 2026

- Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB
Kakek 103 Tahun Asal Bantul Akan Jadi Calon Jemaah Haji Tertua pada 2026

Yogyakarta Seorang kakek berusia 103 tahun asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bakal jadi calon jemaah haji tertua tahun ini. Namanya Mardijiyono Kartosentono, atau lebih akrab disapa Mbah Mardi. Ia dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 2026.

Meski usianya sudah lewat satu abad, semangatnya nggak pudar. Mbah Mardi tinggal di Piyungan. Sekarang ia pakai alat bantu jalan, pendengarannya juga mulai berkurang. Tapi itu semua nggak bikin dia mundur. Ia malah ingin menunaikan rukun Islam kelima untuk kedua kalinya.

Sehari-hari, putrinya, Warjiyem, selalu mendampingi. Ia bantu Mbah Mardi berkomunikasi, termasuk pasangin alat bantu dengar. Uniknya, daya ingat kakek ini masih tajam. Ia masih bisa cerita soal masa kecilnya zaman penjajahan Jepang dulu.

Salah satu kenangan yang melekat: ia pernah dipukuli tentara Jepang. Alasannya? Ia memotong pohon buat dijadikan pagar. Kecil, tapi jadi cerita yang nggak pernah dilupain.

Warjiyem bilang, ayahnya genap 103 tahun pada Desember 2025 lalu. Soal keberangkatan haji, ia mengaku pasrah.

“Nggak khawatir, pokoknya pasrah sama Allah. Mudah-mudahan dikasih kesehatan dan kelancaran. Semua tergantung Allah. Saya dukung banget, bagaimanapun caranya biar beliau bisa berangkat,” ujar Warjiyem, Kamis, 30 April 2026.

Mbah Mardi daftar haji sejak 2019. Awalnya, jadwal keberangkatannya baru 2045. Tapi karena usianya sudah sepuh, salah satu cucunya ngajuin dispensasi. Hasilnya? Keberangkatan dipercepat.

Untuk biaya, Mbah Mardi udah nyetor Rp10 juta dari tabungan pribadi. Tambahannya Rp19 juta dari hasil jual dua ekor sapi miliknya. Semua demi satu tujuan: berangkat haji.

Kisah Mbah Mardi ini jadi pengingat. Bahwa niat dan semangat ibadah nggak kenal usia. Meski tubuh udah nggak sekuat dulu, tekadnya tetap membara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar