Jumat sore lalu (27/2), kediaman Anindya Novyan Bakrie di Jakarta Pusat ramai dikunjungi tamu. Bukan acara sosial biasa, melainkan pertemuan penting yang menghimpun seluruh ketua umum Kadin provinsi se-Indonesia. Agenda utamanya jelas: membahas langkah konkret untuk mendongkrak perekonomian.
Di sana, Ketum Kadin Indonesia itu mengingatkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikebut. "Target ekonomi kita harus terus tumbuh," tegas Anindya. Menurutnya, pengusaha di daerah punya peran krusial untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif wilayah masing-masing. Akselerasi dibutuhkan di semua lini.
Nah, bicara strategi, Anindya menyoroti beberapa program unggulan pemerintahan baru. Dia menitikberatkan potensi dari Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Tapi, dia mengingatkan, upaya memacu ekonomi harus sejalan dengan realitas di lapangan. Capaian investasi dan jumlah lapangan kerja yang tercipta jadi tolok ukur penting.
Soal MBG, misalnya. Anindya merasa program ini butuh kajian mendalam. "Sehingga dalam waktu singkat, Kadin akan meluncurkan kajian MBGnomics," ujarnya.
Kajian itu, lanjutnya, akan mengeksplorasi bagaimana MBG tak cuma membantu 80 juta anak dan ibu menyusui, tapi juga menciptakan efek berantai yang positif.
Artikel Terkait
CEO TotalEnergies Usulkan Sistem Tol di Selat Hormuz untuk Jaga Pasokan Global
Wall Street Catat Laba Kuartal I 2026 yang Kuat, CEO Tetap Waspadai Risiko Global
Indonesia-AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Jadi Major Defense Partnership
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir hingga Akhir April