Ghana Lolos ke Piala Dunia 2026, Carlos Queiroz Hadapi Tantangan Berat Tanpa Kudus dan Sejumlah Pilar

- Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB
Ghana Lolos ke Piala Dunia 2026, Carlos Queiroz Hadapi Tantangan Berat Tanpa Kudus dan Sejumlah Pilar

Tim Nasional Ghana resmi mengamankan satu tiket menuju putaran final Piala Dunia FIFA 2026 setelah tampil dominan sepanjang babak kualifikasi zona Afrika. Berjuluk The Black Stars, tim asuhan pelatih asal Portugal, Carlos Queiroz, itu sukses keluar sebagai juara Grup I dan memastikan diri berlaga di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian signifikan bagi Ghana yang kini tengah dalam masa transisi. Queiroz, yang sebelumnya menukangi Portugal, Iran, Kolombia, dan Mesir, berhasil membawa stabilitas baru bagi salah satu kekuatan tradisional sepak bola Afrika tersebut.

Dalam undian fase grup, Ghana tergabung di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama. Grup ini diprediksi menjadi salah satu yang paling menarik karena mempertemukan wakil Afrika dengan dua negara Eropa yang memiliki tradisi kuat di Piala Dunia.

Meski lolos dengan meyakinkan, Ghana menghadapi tantangan besar menjelang turnamen. Kekuatan skuad mereka berkurang setelah sejumlah pemain penting dipastikan absen akibat cedera. Pukulan terbesar datang dari absennya Mohammed Kudus, gelandang serang yang selama ini menjadi motor permainan tim. Ia harus menjalani operasi setelah mengalami cedera serius, dan kehilangannya dinilai sebagai kerugian besar mengingat perannya yang vital dalam proses kualifikasi.

Selain Kudus, dua bek utama, Alexander Djiku dan Mohammed Salisu, juga tidak masuk dalam skuad final karena belum pulih dari masalah kebugaran. Di sisi lain, keputusan Queiroz untuk tidak memanggil mantan kapten André Ayew juga menjadi sorotan publik. Sang pelatih memilih melakukan regenerasi dan memberikan ruang lebih besar kepada pemain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan taktik tim saat ini.

Carlos Queiroz mengakui bahwa kehilangan beberapa pemain kunci menjadi tantangan tersendiri, namun ia tetap optimistis timnya mampu bersaing.

“Kami kehilangan beberapa pemain penting, tetapi sepak bola adalah tentang kesempatan bagi pemain lain untuk tampil. Kami datang ke Piala Dunia dengan ambisi dan keyakinan untuk bersaing,” ujar Queiroz dalam konferensi pers setelah pengumuman skuad.

Meski diterpa badai cedera, Ghana masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang siap menjadi tumpuan. Thomas Partey akan memimpin lini tengah dengan pengalaman bermain di level tertinggi Eropa. Sementara Jordan Ayew, Iñaki Williams, dan Antoine Semenyo diharapkan menjadi sumber gol utama tim. Kecepatan serta kemampuan eksplosif Semenyo dan Williams diyakini dapat menjadi senjata utama Black Stars dalam menghadapi lawan-lawan kuat di Grup L.

Perjalanan Ghana akan dimulai dengan menghadapi Panama pada 17 Juni 2026 di Toronto Stadium, Kanada. Selanjutnya, mereka akan menghadapi ujian berat melawan Inggris pada 23 Juni 2026 di Boston Stadium, Amerika Serikat. Pertandingan ini diprediksi menjadi laga yang paling dinantikan oleh para pendukung Ghana. Pada laga terakhir fase grup, Ghana akan berhadapan dengan Kroasia di Philadelphia Stadium pada 27 Juni 2026, dalam pertandingan yang berpotensi menjadi penentu kelolosan ke babak berikutnya.

Ghana memastikan tiket ke Piala Dunia setelah mendominasi Grup I kualifikasi zona Afrika. Dari sepuluh pertandingan yang dijalani, The Black Stars mencatatkan delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Mereka mengumpulkan 25 poin dan berhasil mengungguli pesaing utama seperti Mali dan Madagaskar. Tiket menuju Amerika Utara dipastikan setelah kemenangan tipis 1-0 atas Komoro pada pertandingan terakhir.

Dengan kombinasi pemain muda dan senior, Ghana tetap menjadi salah satu wakil Afrika yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Meski kehilangan beberapa bintang penting, pengalaman Carlos Queiroz serta kualitas pemain yang tersedia membuat The Black Stars masih memiliki peluang untuk menciptakan kejutan di panggung dunia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar