Iran Peringatkan Akan Langsung Lawan Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan

- Selasa, 02 Juni 2026 | 10:50 WIB
Iran Peringatkan Akan Langsung Lawan Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan dukungan penuh negaranya terhadap Lebanon di tengah meluasnya agresi militer Israel. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam komunikasi langsung dengan mitranya dari Lebanon, Nabih Berri, yang membahas invasi Israel ke wilayah negara Arab tersebut.

Dalam percakapan yang dikonfirmasi melalui unggahan di media sosial X, Ghalibaf menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. "Jika kejahatan rezim Zionis di Lebanon terus berlanjut, kita tidak hanya akan menghentikan proses dialog, tetapi juga akan secara langsung melawan musuh," ujarnya.

Ghalibaf juga menyertakan seruan penuh semangat dalam pernyataannya. "Hidup perlawanan! Hidup pembelaan Tanah Air! Hidup persaudaraan rakyat Iran dan Lebanon," tulisnya.

Iran selama ini menempatkan Lebanon sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Invasi Israel terhadap Lebanon dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah ada.

Sementara itu, pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan terus berlangsung. Konflik itu pecah setelah perang antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv meletus pada Februari lalu. Hizbullah sendiri dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Iran di kawasan.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perluasan invasi di Lebanon. Tidak lama setelah pengumuman itu, Presiden AS Donald Trump mendorong upaya de-eskalasi di Lebanon. Langkah tersebut muncul setelah Iran mengancam akan menghentikan proses negosiasi dengan Washington jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar