Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan dukungan penuh negaranya terhadap Lebanon di tengah meluasnya agresi militer Israel. Pernyataan tegas itu disampaikan dalam komunikasi langsung dengan mitranya dari Lebanon, Nabih Berri, yang membahas invasi Israel ke wilayah negara Arab tersebut.
Dalam percakapan yang dikonfirmasi melalui unggahan di media sosial X, Ghalibaf menekankan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. "Jika kejahatan rezim Zionis di Lebanon terus berlanjut, kita tidak hanya akan menghentikan proses dialog, tetapi juga akan secara langsung melawan musuh," ujarnya.
Ghalibaf juga menyertakan seruan penuh semangat dalam pernyataannya. "Hidup perlawanan! Hidup pembelaan Tanah Air! Hidup persaudaraan rakyat Iran dan Lebanon," tulisnya.
Iran selama ini menempatkan Lebanon sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Invasi Israel terhadap Lebanon dinilai Teheran sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah ada.
Sementara itu, pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan terus berlangsung. Konflik itu pecah setelah perang antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv meletus pada Februari lalu. Hizbullah sendiri dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Iran di kawasan.
Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perluasan invasi di Lebanon. Tidak lama setelah pengumuman itu, Presiden AS Donald Trump mendorong upaya de-eskalasi di Lebanon. Langkah tersebut muncul setelah Iran mengancam akan menghentikan proses negosiasi dengan Washington jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.
Artikel Terkait
Dua Pilot Tewas saat Pesawat Latih Militer Taiwan Jatuh di Pangkalan Udara Gangshan
Gempa M5,1 Guncang Sarmi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PMI Manufaktur Indonesia Netral di 50,0 pada Mei, Produksi Masih Tertekan Harga Bahan Baku dan Konflik Global
Imam Besar Masjid Al Aqsa Kecam Rencana Israel Larang Azan di Yerusalem Timur