Serangan Amerika Serikat terhadap Iran kembali berlanjut. Pada Kamis (16/7) malam, sejumlah media Iran melaporkan bahwa militer AS melancarkan serangan di sekitar Pulau Qeshm, yang terletak di Teluk Persia dekat Selat Hormuz. Kota Pelabuhan Bandar Abbas juga disebut menjadi sasaran pada malam yang sama.
"Serangan rudal Amerika di sekitar Qeshm," tulis kantor berita FARS, seperti dikutip AFP. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa seorang korespondennya melihat sejumlah lokasi di sekitar pulau tersebut "dihantam proyektil dari musuh Amerika." Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi serangan di Bandar Abbas.
Serangan ini terjadi sekitar sebulan setelah penandatanganan kesepakatan pendahuluan yang dimaksudkan untuk mengakhiri konflik. Konflik tersebut pecah pada akhir Februari menyusul serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, Teheran memperingatkan akan menyerang infrastruktur di kawasan jika Presiden Donald Trump merealisasikan ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Peringatan itu muncul setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menembakkan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara AS di Yordania sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan Amerika di dekat sebuah rumah sakit kanker anak di Iran. Di saat yang sama, Kuwait dan Bahrain juga melaporkan adanya serangan udara yang mengarah ke wilayah mereka.
Artikel Terkait
Iran Minta Houthi Siap Tutup Selat Bab el-Mandeb jika AS Serang Infrastruktur Listrik
Kampanye Pro-Israel Gagal Bendung Erosi Dukungan di Kalangan Konservatif Muda AS
Iran Serang Suriah, Garda Revolusi Klaim Hantam Pusat Komando AS
Pemerintah Imbau Pekerja Migran di Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan Imbas Serangan AS ke Iran