Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho, menginstruksikan jajarannya di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai instrumen utama dalam mengantisipasi dan memitigasi kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan tanpa terjebak dalam ego sektoral.
Instruksi tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Rapat Kerja Teknis Gabungan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bidang Hukum, Bidang Hubungan Masyarakat, serta Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Selatan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Salatin, Palembang, pada Selasa lalu ini menjadi ajang konsolidasi internal kepolisian guna memperkuat sistem pendukung dalam merespons dinamika tugas di lapangan.
Rakernis tersebut dihadiri oleh Inspektur Pengawas Daerah Polda Sumsel, para pejabat utama, serta pimpinan dari empat bidang terkait, yaitu Kepala Bidang TIK, Kepala Bidang Humas, Kepala Bidang Hukum, dan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan. Pertemuan ini dirancang sebagai momentum untuk menyelaraskan langkah seluruh fungsi pembinaan sebagai satu kesatuan sistem yang utuh.
Dalam sambutannya, Kapolda memberikan perhatian khusus pada isu perlindungan lingkungan, terutama langkah antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Menurut dia, persoalan ini menjadi sangat krusial mengingat prediksi perubahan cuaca yang diperkirakan menguat pada pertengahan tahun 2026, sehingga seluruh elemen kepolisian dituntut untuk bergerak cepat dan terukur.
“Karakteristik wilayah Sumatera Selatan yang bergambut membuat proses pemadaman sangat sulit jika api sudah membesar. Oleh karena itu, langkah paling strategis yang dapat kita lakukan adalah mitigasi dan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda dalam arahannya.
Untuk memastikan efektivitas upaya tersebut, Kapolda secara khusus menginstruksikan bidang TIK agar mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Ia meminta personel melakukan pemantauan titik panas berbasis satelit serta menggunakan alat pengukur kelembapan tanah di kawasan gambut. Kedua instrumen ini, menurut dia, harus diintegrasikan secara baik agar data yang diperoleh dapat menjadi dasar pengambilan keputusan di lapangan.
“Jika data menunjukkan adanya penurunan kadar air, personel di lapangan dapat segera mengambil langkah antisipasi sebelum lahan mengering dan rentan terbakar,” ujarnya.
Lebih jauh, Kapolda menekankan bahwa penyelesaian masalah karhutla dan berbagai tantangan kepolisian ke depan membutuhkan kolaborasi erat tanpa adanya ego sektoral. Ia mengibaratkan keempat fungsi pembinaan ini sebagai sebuah tim super yang saling melengkapi. Pemantauan berbasis teknologi dari bidang TIK, menurut dia, harus didukung oleh penguatan komunikasi publik yang humanis dari Bidang Humas untuk mengedukasi masyarakat.
Di sisi lain, Bidang Hukum diminta memastikan seluruh instrumen regulasi kepolisian berjalan sesuai koridor hukum, sementara Bidang Kedokteran dan Kesehatan bertugas menjamin kesiapan fisik dan kesehatan personel yang bertugas di lapangan tetap prima. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita tidak membutuhkan superman, tetapi kita membutuhkan super team yang mampu bekerja sama,” tambahnya.
Kapolda juga berpesan agar setiap dinamika yang muncul mampu diubah menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai pendingin di tengah masyarakat. Menutup arahannya, ia berharap Rakernis Gabungan ini dapat menghasilkan perencanaan berbasis risiko yang terukur serta berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat menjaga Bumi Sriwijaya.
Melalui optimalisasi teknologi dan kolaborasi lintas fungsi, langkah antisipasi karhutla pada tahun 2026 diharapkan dapat berjalan jauh lebih efektif. Dengan semangat kebersamaan, sinergi yang terjalin diharapkan mampu mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sejuk, dan bebas dari ancaman kabut asap demi menjaga kelestarian alam.
Artikel Terkait
Indonesia dan Qatar Tandatangani MoU Pertahanan, Buka Jalan Kerja Sama Industri Militer dan Latihan Bersama
Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H Ditetapkan sebagai Libur Nasional, Tanpa Cuti Bersama
KPK Jadwalkan Periksa Dirut PT Maktour sebagai Saksi Korupsi Kuota Haji
85 Agen Hanania Travel Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Metro, Kerugian Capai Puluhan Miliar