Menkes: Sebagian Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Hantavirus

- Selasa, 02 Juni 2026 | 12:15 WIB
Menkes: Sebagian Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Hantavirus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia ternyata telah memiliki antibodi terhadap Hantavirus, temuan yang didasarkan pada survei di sejumlah wilayah, termasuk Bali, Jakarta, dan Surabaya. Pernyataan ini disampaikan Menkes saat memberikan penjelasan terkait kasus Hantavirus yang melibatkan seorang warga negara Inggris yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta.

Menurut Budi, Hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Virus ini telah ditemukan sejak lama dan menjadi objek penelitian kesehatan sejak awal tahun 2000-an. “Hanta ini sebenarnya sudah lama, dari awal 2000-an. Jadi virusnya sudah ada,” katanya di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Hasil survei antibodi menunjukkan adanya paparan Hantavirus pada sebagian masyarakat di beberapa daerah. Di Bali, sekitar 18 persen dari populasi yang diteliti diketahui memiliki antibodi terhadap virus tersebut. Sementara itu, di wilayah Jakarta dan Surabaya, angkanya mencapai sekitar 13 persen. “Di daerah-daerah seperti Bali 18 persen sudah punya antibodi, daerah-daerah Surabaya-Jakarta sudah 13 persen. Jadi memang ini bukan virus baru,” ujar Budi.

Antibodi merupakan protein yang dibentuk sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap paparan virus atau patogen tertentu. Keberadaan antibodi Hantavirus menunjukkan bahwa seseorang pernah terpapar virus tersebut, meskipun tidak selalu mengalami gejala berat atau bahkan tidak menyadari pernah terinfeksi. Hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang membawa virus. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Karena virus ini telah lama beredar di lingkungan, tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat pernah terpapar dalam tingkat tertentu sehingga tubuh membentuk antibodi sebagai mekanisme pertahanan alami. Temuan ini menegaskan bahwa Hantavirus bukanlah ancaman baru, melainkan bagian dari dinamika kesehatan masyarakat yang telah dipelajari selama lebih dari dua dekade.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar