Tanggal 28 Februari ternyata menyimpan banyak catatan kelam dalam sejarah dunia. Bukan cuma satu atau dua peristiwa, tapi serangkaian tragedi yang terjadi di berbagai belahan bumi, dari medan perang, konflik politik, hingga bencana alam yang memilukan. Mari kita lihat kembali momen-momen itu.
Di masa Perang Dunia II, tepatnya pada 28 Februari 1942, sebuah pertempuran sengit berkecamuk di Selat Sunda. Kapal perang Amerika, USS Houston, dan kapal Australia, HMAS Perth, harus berhadapan dengan pasukan utama Angkatan Laut Jepang. Pertempuran yang berlanjut hingga 1 Maret itu berakhir tragis. Kedua kapal sekutu itu tenggelam, menewaskan 696 awak Houston dan 375 awak Perth. Meski dua kapal Jepang juga karam, kemenangan akhirnya jatuh ke tangan mereka. Jumlah korban jiwa di pihak Jepang sendiri tak pernah dipublikasikan dengan jelas.
Beralih ke Taiwan, 28 Februari 1947 adalah hari yang sangat menyedihkan. Insiden yang dikenal sebagai Insiden 228 itu dimulai dari protes anti-pemerintah terhadap rezim Kuomintang. Situasi cepat memburuk menjadi kerusuhan berdarah. Menurut berbagai catatan, korban tewas dari warga sipil mencapai antara 5.000 hingga 28.000 orang. Peristiwa ini kemudian membuka jalan bagi periode kelam "Teror Putih", di mana puluhan ribu orang dijebloskan ke penjara atau hilang begitu saja. Banyak yang melihat tragedi ini sebagai bibit awal gerakan kemerdekaan Taiwan.
Di sisi lain, di Accra yang dulu masih bernama Gold Coast, sebuah insiden penembakan justru memantik harapan kemerdekaan. Saat para veteran tentara berunjuk rasa, polisi Inggris membubarkan mereka dengan tembakan. Tiga orang tewas, termasuk Sersan Nii Adjetey. Ironisnya, darah yang tertumpah itu malah mempercepat proses kemerdekaan. Gold Coast pun akhirnya menjadi Ghana, negara Afrika pertama yang lepas dari penjajahan Inggris.
Sementara itu, di London yang modern, sebuah kecelakaan mengerikan terjadi pada pagi hari 28 Februari 1975. Sebuah kereta bawah tanah meluncur tanpa bisa dikendalikan di Stasiun Moorgate. Alih-alih berhenti, kereta itu malah menabrak dinding ujung stasiun. Suara benturannya menggelegar, dan hasilnya sungguh tragis: 43 orang meninggal, 74 lainnya luka-luka. Tragedi Moorgate itu tercatat sebagai salah satu kecelakaan kereta terburuk yang pernah dialami London.
Neraka sepertinya belum berakhir. Tahun 1986, Stockholm berduka. Perdana Menteri Swedia, Olof Palme, ditembak mati di tengah kota. Ia baru saja menonton bioskop dan sedang berjalan pulang bersama istrinya, Lisbeth. Sang perdana menteri tewas di tempat, sementara istrinya selamat meski terluka. Yang membuat frustrasi, kasus pembunuhan tokoh terkenal ini sampai sekarang masih gelap, tak terpecahkan.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Medan, 10 Ramadan 1447 H / 28 Februari 2026
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan