Menteri Pertahanan Israel: Tak Akan Ada Ketenangan di Beirut Selama Hizbullah Masih Serang

- Selasa, 02 Juni 2026 | 02:55 WIB
Menteri Pertahanan Israel: Tak Akan Ada Ketenangan di Beirut Selama Hizbullah Masih Serang

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Beirut tidak akan mendapatkan ketenangan selama serangan Hizbullah masih berlangsung. Dalam pernyataan tegasnya, ia berjanji akan membangun zona yang sepenuhnya berada di bawah kendali militer Israel di sekitar Sungai Litani, yang terletak di Lebanon selatan.

"Dahiyeh di Beirut tidak berbeda dengan komunitas di Israel utara jika tidak ada ketenangan di utara, tidak akan ada ketenangan di Beirut," kata Katz dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh kantornya, Selasa (2/6/2026). Pernyataan itu merujuk pada pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai benteng pertahanan utama Hizbullah, yang sebelumnya telah menjadi sasaran serangan militer Israel.

Katz menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus melakukan operasi tembakan dan manuver terhadap kelompok serta infrastruktur Hizbullah di Lebanon. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk mengusir ancaman terhadap pasukan IDF dan warga negara Israel, sekaligus mengubah kawasan Sungai Litani menjadi zona keamanan yang steril dari senjata dan keberadaan teroris.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan meningkatkan tekanan terhadap Lebanon. Janji itu disampaikan setelah pada Jumat (29/5) ia mengumumkan bahwa sebagian besar wilayah Lebanon selatan kini resmi ditetapkan sebagai "zona pertempuran", meskipun gencatan senjata sebelumnya telah disepakati.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April lalu tidak menghentikan langkah Israel untuk memperkuat posisinya. Sebagai tindak lanjut, Israel kemudian menetapkan apa yang disebut sebagai "Garis Kuning", yaitu batas wilayah sejauh sekitar 12 kilometer dari perbatasan utaranya yang masuk ke dalam teritori Lebanon.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar