Macron Desak Trump Perkuat Gencatan Senjata di Lebanon dan Bahas Kesepakatan dengan Iran

- Selasa, 02 Juni 2026 | 02:00 WIB
Macron Desak Trump Perkuat Gencatan Senjata di Lebanon dan Bahas Kesepakatan dengan Iran

Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan urgensi gencatan senjata yang kuat di Lebanon dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Dalam unggahan di platform X pada Senin, Macron menyatakan bahwa ia menyambut komitmen Trump terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. “Saya menekankan pentingnya gencatan senjata yang kuat dan dukungan kolektif kami terhadap otoritas Lebanon,” tulis Macron.

Selain membahas situasi di Lebanon, kedua pemimpin juga menyinggung upaya mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Macron menyebut potensi kesepakatan tersebut sebagai peluang penting untuk membangun kerangka keamanan baru yang melibatkan seluruh pihak terkait. Menurutnya, langkah ini bertujuan menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan yang tengah dilanda konflik.

Prancis, kata Macron, siap mendukung penuh upaya tersebut dan mengambil bagian dalam implementasinya. Ia juga mengungkap keberadaan misi internasional yang dibangun bersama Inggris dan sejumlah mitra lain untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz apabila kesepakatan tercapai. “Ini adalah tujuan dari misi internasional yang kami bangun bersama Inggris dan mitra kami, siap dikerahkan segera setelah kesepakatan tercapai, guna membantu mengamankan lalu lintas maritim di Selat Hormuz,” ujarnya.

Macron menambahkan bahwa Prancis siap berkontribusi melalui pengalaman dan kemampuan yang dimiliki dalam proses negosiasi yang lebih luas. Sementara itu, ketegangan di Lebanon meningkat sejak Israel melancarkan operasi militer terbaru pada Maret lalu setelah Hizbullah membalas perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini juga memerintahkan perluasan operasi militer di Lebanon meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih berlaku.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar