Menteri Ghana Ungkap 55 Warga Negara Tewas di Ukraina Akibat Rekrutmen Ilegal Rusia

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 03:35 WIB
Menteri Ghana Ungkap 55 Warga Negara Tewas di Ukraina Akibat Rekrutmen Ilegal Rusia

Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, baru-baru ini mengungkap fakta yang memilukan. Ternyata, ada 55 warga negaranya yang tewas di medan perang Ukraina. Mereka menjadi korban skema perekrutan ilegal yang menjanjikan kerja, namun justru mengirim mereka untuk bertempur di pihak Rusia. Ablakwa sendiri berjanji bakal menindak tegas praktik licik ini.

“Semakin banyak negara Afrika dalam beberapa bulan terakhir mulai menemukan bahwa warga negara mereka telah ditipu untuk berperang bagi tentara Rusia, dan kemudian tewas atau ditangkap di medan perang,” ujar Ablakwa, seperti dilaporkan AFP, Jumat lalu.

Dia menegaskan, rekan senegaranya itu adalah korban manipulasi. Mereka terjebak oleh informasi yang salah dari jaringan kriminal yang bergerak di perdagangan manusia.

“Kami mendapat informasi bahwa 272 warga Ghana diyakini telah dipancing untuk berperang sejak tahun 2022, di mana diperkirakan 55 orang tewas dan dua orang ditangkap sebagai tawanan perang,” tulisnya dalam sebuah unggahan di platform X.

“Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kita tidak bisa menutup mata. Ini bukan sekadar angka, ini mewakili nyawa manusia, harapan banyak keluarga Ghana dan bangsa kita.”

Untuk menangani langsung persoalan ini, Ablakwa rencananya akan terbang ke Kyiv minggu ini. Agenda utamanya adalah membahas nasib dua warga Ghana yang saat ini masih ditahan di garis depan.

Dalam pembicaraannya dengan pejabat Ukraina, Andriy Sybiga, terungkap data yang lebih luas. Ternyata, lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara berbeda tercatat berperang untuk Ukraina, namun sebagai bagian dari pasukan Rusia. Angka ini menunjukkan betapa luasnya jaringan ini.

“Ini bukan perang kita,” tegas Ablakwa dengan nada prihatin. “Kita tidak bisa membiarkan kaum muda kita menjadi perisai manusia bagi orang lain.”

Pemerintah Ghana, menurutnya, kini berkomitmen penuh untuk melacak dan membongkar semua skema perekrutan ilegal yang beroperasi di negaranya. Tindakan tegas dijanjikan akan menyusul.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar