Taman Kota Cawang Ditutup dan Celah Pagar Ditonjok Beton Usai Diduga Jadi Lokasi Aktivitas Asusila

- Minggu, 01 Maret 2026 | 07:40 WIB
Taman Kota Cawang Ditutup dan Celah Pagar Ditonjok Beton Usai Diduga Jadi Lokasi Aktivitas Asusila

Laporan dari warga akhirnya memantik tindakan tegas. Taman Kota Cawang di Jakarta Timur kini ditutup akses masuknya. Penyebabnya, taman itu diduga kuat jadi lokasi aktivitas asusila sesama lelaki. Buktinya? Petugas menemukan alat kontrasepsi dan botol minuman keras berserakan di sana. Pemerintah Kota Jakarta Timur bilang, penutupan ini upaya preventif untuk meredam kerawanan sosial.

Pengawasan pun langsung diperketat. Mereka gelar operasi gabungan di malam hari, melibatkan Satpol PP, polisi, dan TNI. Gak cuma itu, penerangan di sekitar taman akan ditambah. Lampu sorot bakal dipasang, vegetasi juga dipangkas. Tujuannya satu: visibilitas lebih baik, keamanan lebih terjaga.

Menurut sejumlah saksi, para pelaku punya cara khusus untuk masuk. Mereka memanfaatkan celah sempit antara pagar taman dan dinding, persisnya dekat kolong Tol Cawang-Grogol di Jalan DI Pandjaitan. Celahnya kecil, kurang dari satu meter. Di bagian bawahnya ada beberapa batu besar diduga dipakai buat pijakan saat merangkak masuk.

Nah, celah itu sekarang sudah ditutup rapat dengan cor beton. Saat ini, cor betonnya masih ditopang papan tripleks, menutup penuh akses ilegal yang selama ini dipakai.

Pengawas Hutan Kota Sudin Jakarta Timur, Iwan Sulaiman, membenarkan temuan itu. Ia menceritakan pihaknya bahkan sempat menciduk empat pria yang diduga hendak berbuat asusila.

"Telah terjadi kegiatan asusila LGBT, yang empat orang pada Jumat pukul 01.00 pagi di lokasi Hutan Kota Jakarta Timur. Ya, betul petugas menemukan benda-benda terindikasi aktivitas asusila. Ini kita kedapatan, ada perawat Hutan Kota Cawang, dua orang, itu kita menemukan alat kontrasepsi, ya, berikut tisu dan kondom,"

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Ia meminta jajaran Satpol PP membersihkan kegiatan serupa dari Taman Kota Cawang. Penertiban, katanya, tak hanya bakal dilakukan di satu titik ini.

"Saya akan meminta pada Satpol PP untuk membersihkan. Jakarta enggak boleh ada ruang tempat-tempat seperti itu,"

Pramono menambahkan, taman-taman lain di Jakarta juga akan diawasi, termasuk yang beroperasi 24 jam. Pemprov bertekad memperketat pengawasan agar fasilitas umum digunakan semestinya.

"Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu,"

Jadi, itulah langkah yang sedang diambil. Mulai dari penutupan fisik, operasi malam, hingga rencana pemasangan kamera pengawas. Semua demi satu tujuan: mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang aman dan nyaman untuk semua.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar