Suasana mencekam tiba-tiba menyergap Qatar siang itu. Sebagai balasan atas serangan Israel dan AS, Iran melancarkan serangan balik, dan Doha menjadi salah satu sasarannya. Pengalaman ini diceritakan langsung oleh Muhammad Hamdani, warga negara Indonesia yang tinggal di kota Alkhor.
Menurutnya, serangan mulai terjadi pada Sabtu (28/2) siang. Namun begitu, dia memastikan bahwa kondisi di Alkhor masih bisa dibilang aman.
“Untuk kondisi saat ini masih aman di daerah Alkhor,”
kata Hamdani, dihubungi pada Sabtu malam.
Ketenangan itu buyar sekitar pukul 11.20 waktu setempat. Dari kejauhan, arah Doha, terdengar bunyi menggelegar. Bukan sekali, tapi lima kali dentuman keras beruntun mengguncang.
“Waktu kejadian sekitar jam 11.20 waktu Qatar kami sempat mendengar dentuman ledakan sebanyak 5 kali dari arah Doha,”
ujarnya.
Spontan, kepanikan melanda. Hamdani dan warga lain berhamburan keluar gedung, sebagian bahkan berlari mendekati sumber suara. Kebingungan makin menjadi ketika, selain suara ledakan, dering ponsel pun bersahutan. Pemerintah Qatar mengirimkan pesan darurat.
“Dan pada saat itu pesan darurat di HP dari pemerintah Qatar berbunyi berkali-kali yang menandakan situasi berada dalam keadaan darurat,”
jelasnya.
Saat ini, Hamdani memilih tetap di rumah. Dia mengikuti arahan dari KBRI Doha yang meminta WNI untuk lebih waspada dan sebisa mungkin menunda dulu aktivitas di luar ruangan. Serangkaian peristiwa ini berawal dari serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Tak tinggal diam, Iran kemudian membalas dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Jaksel Gelar Operasi Kurangi Populasi Ikan Sapu-sapu di Situ Babakan
18 Tewas dalam Kebakaran Minibus di Jalan Raya Zimbabwe
Napi Korupsi Rp233 Miliar Ditemukan Nongkrong di Warung Kopi Kendari
Buronan Narkoba 58 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap Setelah 6 Bulan Kabur