Duel malam itu benar-benar tak bisa ditebak. Dari awal, tensinya sudah tinggi. Al Hilal akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor telak 5-3, tapi jalan menuju kemenangan itu penuh liku dan drama.
Delapan gol tercipta dalam pertandingan yang juga diwarnai kartu kuning dan pergantian pemain yang cukup menentukan. Sejak wasit meniup peluit awal, kedua tim langsung bermain terbuka dan agresif.
Tim tuan rumah, Al Shabab, justru yang lebih dulu membuka keran gol. Josh Brownhill sukses membobol gawang lawan pada menit ke-13. Skor 1-0 itu seolah memberi sinyal bahwa laga akan berjalan sengit.
Namun begitu, Al Hilal tak butuh waktu lama untuk membalas. Hanya enam menit berselang, tepatnya di menit ke-19, Mohamed Kanno berhasil menyamakan kedudukan. 1-1. Laga pun semakin panas.
Drama kemudian datang dari kaki sendiri. Sebuah gol bunuh diri yang kurang beruntung dari Al Bulayhi di menit ke-31 justru mengangkat Al Hilal unggul 2-1. Keunggulan itu, sayangnya, tak bertahan lama.
Menjelang turun minum, tepatnya di menit ke-44, Abderazak Hamdallah berhasil menyamakan lagi untuk Al Shabab. 2-2. Sepertinya babak pertama akan berakhir dengan hasil imbang.
Tapi Al Hilal punya cerita lain. Di masa injury time, Kalidou Koulibaly muncul dengan tandukan kerasnya yang tak terbendung. Gol itu mengubah papan skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Al Hilal saat jeda.
Memasuki babak kedua, dominasi tim tamu semakin terasa. Mereka langsung menekan habis-habisan. Hasilnya? Hanya tiga menit setelah restart, Sultan Mandash berhasil memperlebar jarak menjadi 4-2.
Goyang belum reda. Tiga menit berselang, giliran Marcos Leonardo yang mencatatkan namanya di papan skor. Tendangannya yang akurat membawa skor menjadi 5-2. Pertandingan seolah sudah ditentukan.
Di sisi lain, beberapa kartu kuning harus diterima pemain, termasuk untuk Koulibaly dan Mandash. Mereka harus lebih berhati-hati. Beberapa pergantian pemain antara menit ke-60 hingga 79 juga dilakukan, mencoba mengubah dinamika.
Al Shabab belum menyerah. Di menit ke-75, Yacine Adli berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Sayangnya, itu adalah gol terakhir malam itu. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 5-3 untuk kemenangan Al Hilal tak tergoyahkan.
Secara statistik, laga ini memang luar biasa. Total delapan gol tercipta. Babak pertama berakhir 3-2, dan babak kedua 2-1. Kartu kuning lebih banyak diterima Al Hilal (3) dibanding Al Shabab (1).
Kemenangan ini jelas menunjukkan ketajaman lini serang Al Hilal. Mereka efektif sekali memanfaatkan peluang yang ada. Mental comeback yang solid, ditambah produktivitas tinggi di lini depan, kembali membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan utama yang harus diperhitungkan di kompetisi mana pun.
Artikel Terkait
Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik Tangis di Hadapan DPRD Jatim
Bayern Munich Hadapi Real Madrid di Allianz Arena dengan Modal Agregat Tipis
Mukena Premium Naeka Ekspansi ke Pasar Global Berkat Dukungan UMKM
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba