Tekanan Global dan Domestik Meningkat, Investor Disarankan Diversifikasi di Tengah Volatilitas Pasar

- Rabu, 20 Mei 2026 | 17:15 WIB
Tekanan Global dan Domestik Meningkat, Investor Disarankan Diversifikasi di Tengah Volatilitas Pasar

Tekanan di pasar keuangan global dan domestik semakin terasa sepanjang kuartal kedua tahun 2026, mendorong para investor untuk lebih cermat dalam menyusun strategi investasi di tengah ketidakpastian yang tinggi. Eskalasi konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah, serta derasnya arus keluar dana asing menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar saat ini.

Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Adityo Nugroho, mengungkapkan bahwa dinamika ekonomi global masih dibayangi oleh memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi itu mendorong harga minyak Brent menembus level 100 dolar AS per barel. Gangguan distribusi minyak akibat menurunnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz turut memperkuat tekanan inflasi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Di Amerika Serikat, inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 3,8 persen, dengan rata-rata harga bahan bakar minyak nasional mencapai 4,515 dolar AS per galon. Angka tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, tekanan terhadap pasar domestik tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran 17.700 per dolar AS. Meskipun demikian, kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) masih relatif stabil di level 12,72 persen per 13 Mei 2026.

Di pasar saham, tekanan terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang terus berlangsung sejak awal tahun. Adityo merinci, nilai jual bersih tersebut mencapai 13,3 triliun rupiah pada Januari, 5,7 triliun rupiah pada Februari, 10,5 triliun rupiah pada Maret, 16,8 triliun rupiah pada April, dan 4,9 triliun rupiah hingga pertengahan Mei 2026.

Menghadapi kondisi ini, Mirae Asset merekomendasikan agar investor melakukan diversifikasi portofolio, meningkatkan porsi instrumen defensif seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), serta menerapkan strategi wait and see di tengah tingginya volatilitas pasar.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar