Gunung Dukono di Maluku Utara kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Rabu sore, 20 Mei 2026, dengan memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.500 meter di atas puncak. Erupsi yang terjadi pukul 17.14 WIT ini terekam oleh peralatan seismik dengan amplitudo maksimum 13 milimeter dan berlangsung selama 47,31 detik, sebagaimana dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui kanal resmi Magma Indonesia.
Kolom abu yang disemburkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, dan arah sebarannya condong ke utara. Hingga laporan resmi dibuat, erupsi masih berlangsung, menandakan aktivitas gunung tersebut belum mereda.
Saat ini, Gunung Dukono berada pada status Level II atau Waspada. Pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak melakukan aktivitas, pendakian, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin, sehingga area sebaran abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan saat dibutuhkan,” demikian pernyataan resmi dari Magma Indonesia.
Langkah antisipasi ini dinilai penting guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan, terutama mengingat pola erupsi yang tidak menentu dan dapat berlangsung kapan saja.
Artikel Terkait
Ratusan Mahasiswa UNS Antusias Ikuti Diskusi Literasi Keuangan Digital Bersama OVO
Kasum TNI Tinjau Perbaikan Jalan dan Pembangunan Sumur Bor di Tapanuli Selatan
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Menkeu Siap Ganti Pimpinan Bea Cukai Jika Terbukti Tidak Cakap, Namun Tetap Lakukan Evaluasi