Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jenderal Richard Tampubolon, meninjau langsung proses perbaikan jalan di ruas Tarutung-Sipirok, tepatnya di Desa Antur Mangan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu (20/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia menggunakan sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Dalam agenda yang sama, perwira tinggi yang juga menjabat sebagai Wakil Satuan Tugas I Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Sumatera ini meninjau pembangunan sumur bor di kawasan hunian sementara dan hunian tetap, khususnya di Rusunawa Pandan. Ia menjelaskan bahwa proyek penyediaan air bersih tersebut berawal dari masukan dan koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten.
“Dari masukan BPBD provinsi dan kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan,” ujar Richard.
Jenderal bintang tiga yang berlatar belakang Kopassus ini berharap seluruh fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh warga agar dapat digunakan dalam jangka panjang. “Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.
Richard juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam merealisasikan pembangunan sarana air bersih tersebut. Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital. “Air bersih adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting. Di sini ada 118 kepala keluarga yang sebelumnya mengalami kesulitan air. Atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, akhirnya program akses air bersih ini dapat diwujudkan,” ucapnya.
Sementara itu, ia juga menyoroti upaya pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana yang masih berlangsung di wilayah Tapanuli Tengah, terutama akibat cuaca yang sulit diprediksi. “Saya bersama tim sudah mengecek langsung kondisi lapangan. Hujan dan banjir masih sulit diprediksi sehingga diperlukan konsep dan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.
“Kami sudah berdiskusi bersama kementerian terkait, Kemensos, pemerintah daerah, dan seluruh pihak untuk menghasilkan langkah produktif yang segera dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Richard bersama rombongan juga meninjau pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lahan hunian tetap, peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap, serta pembagian sembako kepada 36 kepala keluarga calon penghuni.
Di lokasi lain, rombongan juga mengunjungi Hunian Tetap Asrama Haji Pinang Sori, Kecamatan Pinang Sori, Tapanuli Tengah. Dalam kesempatan itu, Richard turut memberikan bantuan sembako kepada 55 kepala keluarga yang masih menempati hunian sementara.
Artikel Terkait
Telkomsel dan Republikorp Jalin Kerja Sama Kembangkan Jaringan Komunikasi Aman untuk Pertahanan Nasional
Ratusan Mahasiswa UNS Antusias Ikuti Diskusi Literasi Keuangan Digital Bersama OVO
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Timur Laut Bima, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter ke Arah Utara