Belum ada keputusan final soal wacana penundaan impor puluhan ribu kendaraan pickup dari India. Kabar itu ramai setelah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menundanya. Namun, pihak perusahaan importir, Agrinas Pangan Nusantara, menyatakan belum menerima instruksi resmi apa pun.
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengaku akan berusaha bertemu langsung dengan pimpinan DPR. Tujuannya jelas: menyampaikan dokumen dan kontrak yang sudah mereka miliki. "Saya melihat bahwa Pak Dasco minta untuk ditunda. Jadi pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa dokumen yang sudah saya punya ini, ditambah dengan kontrak," ujar Joao dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/2).
Ia berharap pertemuan itu bisa memberikan gambaran utuh, bukan informasi sepihak. Soal posisinya sebagai BUMN, Joao tegas. Perusahaannya, kata dia, tunduk pada kebijakan pemerintah dan negara, bukan pada tekanan individu atau kelompok mana pun.
"Yang menolak ini siapa? Karena saya ini kan BUMN, saya pasti taat kepada pemerintah. Kami setia kepada negara dan rakyat, tidak kepada individu atau kelompok tertentu yang menolak," tegasnya.
Meski begitu, Joao tak menutup mata. Jika pemerintah dan DPR akhirnya memutuskan untuk menghentikan impor, Agrinas siap mengikuti. Tentu dengan segala konsekuensinya. "Tapi kalau negara dan DPR mengatakan bahwa kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko," katanya. Komitmen untuk patuh pada negara ia tegaskan kembali.
Artikel Terkait
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel
Polsek Pinggir Salurkan 500 Nanas untuk Pakan Gajah Sumatera di PLG Sebanga
Korlantas Tinjau Kesiapan Tol Jabar Jelang Operasi Ketupat 2026
Iran Peringatkan Dampak Perang Tak Terbatas, Tegaskan Hak Balas Serangan AS