Bali Kokoh Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara, Bandara Ngurah Rai Catatkan Dominasi Kunjungan pada 2026

- Selasa, 02 Juni 2026 | 20:50 WIB
Bali Kokoh Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara, Bandara Ngurah Rai Catatkan Dominasi Kunjungan pada 2026

Pulau Bali masih kokoh bertahan sebagai destinasi utama wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun 2026. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi gerbang kedatangan paling ramai dibandingkan pintu masuk internasional lainnya di Tanah Air. Tingginya volume kunjungan melalui bandara tersebut menegaskan bahwa daya tarik Pulau Dewata belum surut di mata pelancong global.

Pada April 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 1,25 juta perjalanan. Dari angka tersebut, Bandara Ngurah Rai mendominasi sebagai titik masuk utama. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan ke Bali terutama dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan asal Australia.

“Kenaikan ini terjadi seiring dengan musim liburan di Australia. Selain itu, periode spring holiday di sejumlah negara Eropa, seperti Prancis, juga turut mendorong peningkatan jumlah turis yang datang ke Bali,” jelas Pudji dalam keterangan resminya.

Bali selama ini dikenal sebagai destinasi kelas dunia yang memadukan pantai eksotis, kekayaan budaya, serta beragam pilihan akomodasi dan aktivitas wisata. Kombinasi tersebut menjadikan pulau ini sebagai pilihan utama wisatawan asing ketika berkunjung ke Indonesia. Sementara itu, secara nasional, total kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka ini meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

BPS juga mencatat bahwa wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia dengan porsi 16,65 persen. Australia berada di posisi kedua dengan kontribusi 12,65 persen, disusul Tiongkok di urutan ketiga sebesar 10,73 persen. Kenaikan jumlah wisatawan asing ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Dengan Bali yang tetap menjadi destinasi unggulan, peluang peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan akan terus terbuka sepanjang tahun ini.

Keberhasilan Bali dalam menarik wisatawan internasional juga menunjukkan bahwa daya tarik Pulau Dewata belum tergeser, meskipun persaingan destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara semakin ketat. Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa Bali masih menjadi andalan utama dalam memacu pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar