Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,8 Persen di Kuartal II, Lampaui Ekspektasi

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:06 WIB
Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,8 Persen di Kuartal II, Lampaui Ekspektasi

Pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal II 2026 melampaui perkiraan analis, mencapai 5,8 persen secara tahunan. Lonjakan ini ditopang oleh sektor jasa yang kuat serta ekspor produk elektronik, terutama semikonduktor, yang mampu meredam dampak perang di Timur Tengah.

Departemen Statistik Malaysia, dalam estimasi awal yang dirilis Jumat (17/7), mencatat produk domestik bruto (PDB) periode April-Juni 2026 tumbuh di atas median perkiraan 5,2 persen dalam survei Bloomberg. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,4 persen pada kuartal sebelumnya.

Kuatnya permintaan domestik dan lonjakan ekspor semikonduktor menjadi faktor utama yang membantu perekonomian Malaysia bertahan di tengah gangguan global. Arus investasi yang meningkat di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) turut menopang pertumbuhan, meskipun prospek ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.

“Sektor jasa tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026,” demikian pernyataan Departemen Statistik Malaysia, dikutip dari Bloomberg.

Sektor pertambangan kembali mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 10,2 persen, didorong oleh peningkatan produksi gas alam. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 6,6 persen, antara lain ditopang pembangunan proyek-proyek pusat data.

Di sisi lain, inflasi Malaysia melambat menjadi 1,9 persen pada Juni, lebih rendah dari ekspektasi analis yang memperkirakan tetap di level 2 persen. Keberhasilan ini antara lain berkat kebijakan subsidi bahan bakar yang meredam dampak tingginya harga minyak mentah.

Setelah data tersebut dirilis, nilai tukar ringgit melemah sekitar 0,2 persen terhadap dolar AS. Namun, data ini memperkuat indikasi bahwa sejumlah ekonomi Asia Tenggara masih mampu bertahan menghadapi dampak perang di Timur Tengah. Singapura dan Vietnam sebelumnya juga melaporkan pertumbuhan kuartal II yang melampaui perkiraan.

Secara keseluruhan, ekonomi Malaysia tumbuh 5,6 persen pada semester I 2026, meningkat dari 4,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekonom United Overseas Bank Ltd, Julia Goh, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

“Kinerja semester pertama menempatkan ekonomi pada posisi yang lebih kuat daripada yang kami perkirakan. Kami akan meninjau kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun sebesar 4,5 persen, dengan risiko yang kini cenderung mengarah ke potensi pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya melalui surat elektronik.

Ketahanan ekonomi Malaysia mendorong sebagian analis memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan. Bank Negara Malaysia (BNM) pekan lalu mempertahankan suku bunga kebijakan semalam di level 2,75 persen.

Ekonom senior Oversea-Chinese Banking Corp, Lavanya Venkateswaran, menilai kombinasi pertumbuhan dan inflasi saat ini masih memberi ruang bagi BNM untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Namun, ia melihat peluang normalisasi kebijakan moneter ke depan.

“Kombinasi pertumbuhan dan inflasi saat ini mendukung BNM untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Namun, kami masih melihat adanya alasan untuk melakukan normalisasi. Saya masih memandang probabilitas yang lebih tinggi bahwa BNM akan menormalkan suku bunga kebijakan menjadi 3 persen pada Januari 2027,” katanya.

Data awal PDB yang memuat rincian lengkap kinerja ekonomi Malaysia pada kuartal II dijadwalkan dirilis pada 14 Agustus 2026.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags