Danantara Investment Management (DIM), holding investasi Danantara Indonesia, resmi menyandang status sebagai Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Keanggotaan ini diperoleh setelah pengajuan DIM disetujui oleh Dewan IFSWF pada awal tahun ini.
Chief Executive IFSWF Duncan Bonfield menyambut positif kehadiran Danantara dalam forum tersebut. Menurutnya, institusi pengelola investasi ini memiliki nilai tambah, terutama karena portofolio perusahaan pelat merah yang dikelolanya memiliki valuasi yang diperhitungkan dalam ekosistem bisnis global.
“Kami dengan senang hati menyambut Danantara Indonesia sebagai anggota IFSWF. Sejak didirikan, Danantara Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap tata kelola yang baik, profesionalisme, dan transparansi, serta akan menjadi anggota yang berharga bagi komunitas kami,” ujar Duncan dalam keterangan resmi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, keanggotaan ini membuka peluang bagi DIM untuk terlibat dalam pertukaran pengetahuan dengan sovereign wealth fund (SWF) terkemuka di dunia. DIM juga dapat berpartisipasi dalam berbagai program berbagi pandangan yang diselenggarakan IFSWF.
Lebih dari itu, masuknya DIM ke IFSWF memungkinkan penyelarasan kerangka tata kelola dengan standar global guna memastikan tingkat transparansi dan akuntabilitas tertinggi.
“Bergabung dengan IFSWF mencerminkan komitmen Danantara Indonesia terhadap tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas berstandar dunia. Sebagai pengelola aset nasional Indonesia, kami bertekad membangun institusi yang memenuhi standar internasional tertinggi sehingga kami dapat menjalankan mandat investasi bagi rakyat Indonesia,” kata Pandu.
Masuknya DIM sebagai anggota IFSWF menandai keseriusan institusi dalam menerapkan praktik terbaik internasional di bidang tata kelola, transparansi, dan investasi yang bertanggung jawab bagi SWF.
Sebagai Associate Member, DIM bergabung dengan jaringan global SWF yang berkomitmen menjunjung Santiago Principles 24 prinsip dan praktik yang berlaku umum dan diakui secara internasional sebagai standar tata kelola, investasi, dan manajemen risiko bagi SWF.
Danantara menitikberatkan status keanggotaan ini sebagai landasan untuk memperdalam keterlibatan dengan komunitas global investor sovereign. Langkah ini termasuk upaya penyelarasan dengan proses self-assessment Santiago Principles sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan.
Artikel Terkait
Danantara Buka Suara soal Minat Investor Asing pada Pusat Finansial di Bali
Danantara Mulai Bangun PSEL Pertama di Bali, Investasi Rp 3 Triliun
Danantara Buka Suara soal Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Ungkap Temuan Dugaan Penyimpangan
Danantara Targetkan Penghematan Rp50 Triliun per Tahun Lewat Perampingan BUMN