Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkapkan bahwa minat investor asing terhadap rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali mulai mengemuka. Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pembicaraan dengan sejumlah mitra internasional telah berlangsung. Menurutnya, banyak pihak yang tengah mencari alternatif pusat keuangan baru di kawasan.
"Pembicaranya pasti ada untuk melihat bagaimana interest mereka (investor global), saya rasa banyak mitra-mitra yang kami ajak bekerja sama, itu memang tertarik untuk mencari financial center tempat lain. Kami perlu dimasukkan kepada pemerintah dan juga kepada DPR, karena mereka sudah menggodok undang-undangnya," ujar Pandu di Jakarta, Kamis (16/7).
Meski demikian, Pandu belum bersedia mengungkap identitas para investor yang telah menunjukkan ketertarikan. "Belum bisa disebut, tapi banyak lah," katanya.
Pandu menjelaskan, Danantara menjadikan sejumlah pusat keuangan internasional sebagai acuan dalam pengembangan PFII, termasuk Dubai dan Abu Dhabi. Ia menyebut, salah satu aspek yang disoroti adalah kebijakan fiskal hingga lokasi yang diharapkan mampu menarik minat investor. "Karena tempatnya juga harus menarik orang ingin kunjungi, jadi ya tiga itu sih yang paling tidak feedback dari banyak calon-calon mitra, atau calon-calon investor," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat pada Selasa (14/7) untuk membahas kesiapan pengembangan PFII. Pembahasan mencakup strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, hingga optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung kawasan tersebut.
"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Dony dalam keterangan resminya, Rabu (15/7). Kawasan ini diharapkan mampu menarik investasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan internasional.
Artikel Terkait
Danantara dan Denera Tetapkan 8 Mitra untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Tahap Kedua
Prabowo Bertemu Tiga Mantan PM Thailand Bahas Investasi Danantara
Danantara Merger Empat Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia
Pegadaian Catat Laba Rp4,38 Triliun, Kelolaan Emas Tembus 153,72 Ton di Bawah Danantara