Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp 1.010,6 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:18 WIB
Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp 1.010,6 Triliun, Serap 1,45 Juta Tenaga Kerja

Realisasi investasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, setara 49,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun. Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan capaian itu diraih di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global.

"Alhamdulillah, komitmen para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia masih sejalan dengan target yang dicanangkan," ujar Rosan dalam konferensi pers, Kamis (16/7). Realisasi investasi tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain nilai investasi, Rosan menyoroti penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1.448.862 orang atau meningkat 15 persen secara tahunan. Komposisi investasi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) relatif berimbang. PMDN tercatat Rp 502,9 triliun (49,8 persen), sedangkan PMA mencapai Rp 507,6 triliun (50,2 persen).

Dari sisi wilayah, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 502,8 triliun (49,8 persen) dengan pertumbuhan 7,7 persen, sementara di luar Jawa Rp 507,8 triliun (50,2 persen) dengan pertumbuhan 6,7 persen.

DKI Jakarta Masih Jadi Primadona

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp 173,6 triliun atau 17,2 persen dari total nasional. Disusul Jawa Barat Rp 138,1 triliun (13,7 persen), Jawa Timur Rp 72,7 triliun (7,2 persen), Sulawesi Tengah Rp 68,7 triliun (6,8 persen), dan Banten Rp 66,3 triliun (6,6 persen).

Untuk PMA, lima besar ditempati Jawa Barat Rp 84,9 triliun, DKI Jakarta Rp 67,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp 64,7 triliun, Maluku Utara Rp 61,8 triliun, dan Kepulauan Riau Rp 26,4 triliun. Rosan menjelaskan dominasi daerah di luar Jawa pada PMA dipengaruhi investasi besar di sektor mineral. "Karena ini investasi banyak di bidang mineral," katanya.

Sementara untuk PMDN, lima besar adalah DKI Jakarta Rp 106,5 triliun, Jawa Barat Rp 53,2 triliun, Jawa Timur Rp 49,8 triliun, Banten Rp 42,2 triliun, dan Nusa Tenggara Barat Rp 28,0 triliun.

Industri Logam Mendominasi

Berdasarkan subsektor, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp 150,4 triliun atau 14,9 persen dari total. Posisi kedua ditempati jasa lainnya yang didominasi investasi data center sebesar Rp 114,0 triliun (11,3 persen), disusul pertambangan Rp 105,0 triliun (10,4 persen), transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 102,7 triliun (10,2 persen), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 85,8 triliun (8,5 persen).

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags