Rosan Roeslani dan Pramono Anung Berduka atas Kepergian Rachmat Gobel

- Jumat, 10 Juli 2026 | 09:54 WIB
Rosan Roeslani dan Pramono Anung Berduka atas Kepergian Rachmat Gobel

Kepergian Rachmat Gobel, politikus sekaligus pengusaha, menyisakan duka mendalam bagi sejumlah tokoh nasional. CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengaku sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Ia menyebut kepergian sahabat lamanya itu sebagai kehilangan besar, baik secara pribadi maupun bagi bangsa.

"Ya kaget sekali ya. Ikut berduka mendalam kepada sahabat saya Pak Rachmat. Ini sahabat lama saya, dan baru saja ketemu. Kita baru ngobrol lama dua hari yang lalu," kata Rosan saat ditemui di rumah duka, Jumat (10/7).

Menurut Rosan, komunikasi dengan Rachmat Gobel selama ini tidak pernah terputus. Keduanya telah menjalin hubungan persahabatan dalam waktu yang lama dan kerap saling mendukung. "Terakhir hari Senin atau Selasa, jadi baru dua hari yang lalu kita ketemu dengan beliau, ngobrol. Saya punya hubungan yang sangat lama dengan beliau. Komunikasi dengan beliau enggak pernah putus. Kita selalu saling mendukung, saling men-support. Terus terang saya kehilangan sahabat," ujarnya.

Rosan juga menilai Rachmat Gobel sebagai sosok yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

Ucapan duka juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia mengatakan Indonesia kehilangan sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan banyak orang. "Kita semua kehilangan seorang sahabat yang baik, Rachmat Gobel. Saya kebetulan mengenal sangat pribadi dengan beliau. Orangnya baik dan selalu berteman dengan siapa saja. Menurut saya, kita sebagai teman dan sahabat betul-betul kehilangan orang yang mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak," kata Pramono.

Pramono mengungkapkan dirinya rutin bertemu dengan Rachmat Gobel sekitar dua pekan sekali. Bahkan, pekan lalu keduanya masih berkomunikasi dan sering menggelar makan bersama. "Minggu lalu komunikasi. Saya mungkin periode dua minggu sekali bertemu dengan dia. Dia datang minta waktu, pengin makan bareng. Orangnya ramah banget, baik banget. Kelemahannya hanya satu, enggak rajin check-up," ujarnya.

Pramono juga mengenang kerja sama dengan Rachmat Gobel saat dirinya menjabat Sekretaris Kabinet. Menurut dia, Rachmat banyak berkontribusi dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan Jepang, khususnya di bidang bisnis, parlemen, dan organisasi. "Ketika saya menjadi Sekretaris Kabinet dua periode, banyak sekali yang dikonkretkan oleh Pak Rachmat Gobel yang berkaitan dengan hubungan antarparlemen, bisnis, hubungan organisasi, dan sebagainya," katanya.

Saat ditanya apakah pernah membahas kondisi kesehatan Rachmat Gobel, Pramono mengaku tidak pernah. Dia justru mengetahui kabar duka tersebut ketika membuka telepon genggam usai menonton pertandingan sepak bola.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Patrio juga menyampaikan belasungkawa mendalam. Dia mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok yang banyak memberikan dukungan, baik sejak dirinya berkarier di dunia hiburan maupun saat menjadi anggota DPR. "Pertama saya secara pribadi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Karena bukan hanya teman di parlemen, tapi beliau juga yang support saya di awal saya di dunia entertainment. Saya banyak disupport beliau," kata Eko.

Eko mengatakan selama bertugas di Komisi VI DPR, dirinya hampir setiap hari berkomunikasi dengan Rachmat Gobel. Menurut dia, Gobel kerap memberikan berbagai masukan mengenai persoalan yang dihadapi bangsa. "Setiap hari sering komunikasi karena sama di Komisi VI. Beliau memberikan insight yang bagus tentang berbagai permasalahan. Saya turut kehilangan. Saya anggap beliau seperti orang tua sendiri," ujarnya.

Dia menambahkan, komunikasi terakhir dengan Rachmat Gobel terjadi pada Kamis sore (9/7). Saat itu mereka sempat makan bersama sejumlah anggota DPR. "Komunikasi terakhir kemarin sore sekitar jam dua, makan bersama dengan anggota dewan," tutup Eko.

Beberapa karangan bunga terlihat dikirimkan oleh sederet pejabat seperti Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dan Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags