Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikebumikan di kampung halamannya di Kota Mashhad pada Jumat (10/7). Dalam prosesi tersebut, putra sekaligus suksesornya, Mojtaba Khamenei, tak tampak di hadapan publik.
Sebelum dimakamkan di salah satu kompleks paling suci bagi umat Syiah, prosesi persemayaman Khamenei digelar selama sepekan di Iran hingga Irak. Massa berkerumun untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Khamenei gugur akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Serangan kedua negara sekutu itu memicu eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah.
Saat prosesi pemakaman, jenazah Khamenei dibawa menggunakan sebuah truk melewati kerumunan pelayat yang dipenuhi duka. Dari jalanan Kota Mashhad, jenazah kemudian dibawa ke kompleks Makam Imam Reza.
Ketika melewati kerumunan massa, bendera Iran, foto Khamenei, hingga spanduk berwarna merah bertuliskan slogan Revolusi Islam terpampang di berbagai sudut.
Hingga kini, keberadaan Mojtaba masih menjadi misteri. Padahal, Mojtaba telah ditunjuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu, tak lama setelah sang ayah meninggal dunia.
Bahkan, Mojtaba tak pernah terlihat sejak awal perang. Yang muncul hanya pernyataan-pernyataan tertulis darinya. Mojtaba juga dikabarkan mengalami luka akibat serangan AS.
Sejumlah pejabat senior Iran yang identitasnya dirahasiakan mengatakan Mojtaba masih menjalani perawatan sehingga belum bisa tampil di hadapan publik.
Kabar lain menyebutkan Mojtaba sengaja disembunyikan dari hadapan publik untuk mencegah ancaman gelombang serangan yang lebih besar dari AS.
Kantor berita Iran, IRNA, dalam laporannya memastikan proses pemakaman Khamenei telah rampung sepenuhnya.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Delegasi NU dan Muhammadiyah Turut Serta
Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad di Tengah Serangan Balasan AS-Iran
Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Ali Khamenei di Mashhad, Teriakkan Protes Anti-AS
Ribuan Warga Iringi Pemakaman Ali Khamenei di Mashhad