Danantara Targetkan Penghematan Rp50 Triliun per Tahun Lewat Perampingan BUMN

- Selasa, 30 Juni 2026 | 10:45 WIB
Danantara Targetkan Penghematan Rp50 Triliun per Tahun Lewat Perampingan BUMN

Pemerintah menargetkan perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.077 entitas bisnis menjadi sekitar 250 perusahaan. Langkah ini diyakini mampu menghasilkan penghematan hingga Rp50 triliun per tahun bagi Danantara.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan, penghematan tersebut berasal dari dua sumber. Pertama, akumulasi kerugian perusahaan-perusahaan yang mencapai sekitar Rp20 triliun. Kedua, efisiensi dari penghapusan transaksi berlapis antara perusahaan induk, anak usaha, hingga perusahaan di bawahnya yang nilainya mencapai Rp30 triliun.

"Rp50 triliun ya. Itu kan clear. Rp50 triliun itu artinya kan total akumulasi kerugian anak-anak kita itu Rp20 triliun. Ditambah dengan transaksi layering center company transactionnya, inefisiensinya itu Rp30 triliun," ujar Dony usai audiensi dengan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Proses streamlining atau perampingan BUMN ditargetkan rampung pada 2026 ini. Dony berharap, perampingan dapat membuat tata kelola bisnis perusahaan plat merah menjadi lebih sehat dan optimal.

"Dan itu tentu prosesnya sebagaimana sudah beberapa kali saya sampaikan, untuk membuat perusahaan-perusahaan kita ini menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan lebih baik. Dan tidak ada lagi perusahaan-perusahaan yang nanti skala-nya lebih kecil, yang tidak memberikan dampak besar," kata Dony.

Menurutnya, BUMN akan memberikan manfaat yang besar bagi negara. Tahun ini, target penerimaan pajak dari BUMN mencapai Rp625 triliun, ditambah laba sekitar Rp360 triliun.

"Target pajak saja dari seluruh BUMN kepada negara tahun ini itu kurang lebih Rp625 triliun setahun. Tambah lagi dengan laba kita, Insya Allah mudah-mudahan laba kita tahun ini itu Rp360 triliun. Jadi saya rasa ini juga perlu diapresiasi, tapi tetap perlu dikritisi. Bagus dikritisi, tetapi juga yang bagusnya diapresiasi juga. Supaya teman-teman yang bekerja itu termotivasi juga," tambah Dony.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags