Hujan tak henti mengguyur selama dua hari. Akibatnya, lereng curam di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tak lagi mampu menahan beban. Pada akhir Januari lalu, material tanah dan batu pun meluncur deras, menghantam permukiman warga di bawahnya. Puluhan rumah langsung rata dengan tanah, tertimbun longsor yang datang tiba-tiba. Korban jiwa pun berjatuhan.
Merespons tragedi ini, BRI lewat program CSR-nya, BRI Peduli, segera bergerak. Bantuan tanggap darurat seperti sembako, perlengkapan bertahan hidup, obat-obatan, dan pakaian langsung disiapkan. Relawan dari unit kerja terdekat turun ke lokasi, bahu-membahu menyalurkan bantuan. Mereka memprioritaskan warga yang kondisinya paling parah terdampak.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen perusahaan sebagai bagian dari BUMN. “Kami memastikan masyarakat terdampak longsor di Cisarua Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka dan mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya dalam keterangan pers akhir Januari lalu.
Namun begitu, bantuan tak cuma bersifat materi. Pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak, juga menjadi perhatian. Untuk itu, BRI Peduli berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) menggelar kegiatan trauma healing.
Caranya? Lewat pendekatan bermain yang edukatif dan interaktif. Tujuannya jelas: membantu memulihkan kondisi mental anak-anak, menumbuhkan kembali rasa aman di tengah situasi yang serba tak menentu.
Di sisi lain, relawan juga tak lupa membersihkan masjid di lokasi pengungsian. Fasilitas ibadah ini tak cuma untuk salat, tapi sering jadi pusat aktivitas warga. Menjaga kebersihannya berarti menjaga semangat dan kenyamanan bersama di masa-masa sulit.
Dhanny menambahkan, upaya bantuan ini dilakukan dengan koordinasi berbagai pihak. Sinergi dianggap kunci untuk efektivitas penyaluran. “Kami pastikan bahwa BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Bencana di Cisarua mungkin telah berlalu. Tapi proses pemulihan fisik maupun mental masih panjang. Langkah cepat dari berbagai pihak, termasuk korporasi seperti BRI, setidaknya bisa meringankan langkah warga yang kehilangan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun