MURIANETWORK.COM - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi penggerak utama pasar modal Indonesia sepanjang pekan lalu. Emiten tambang batubara ini mendominasi perdagangan saham dengan catatan volume, nilai, dan frekuensi transaksi tertinggi, sekaligus mengalami reli harga yang signifikan di tengah sentimen pasar yang beragam.
Dominasi Pasar dan Kontribusi terhadap IHSG
Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi posisi istimewa BUMI. Volume perdagangannya mencapai angka fantastis, 50,27 miliar saham, yang berarti menguasai lebih dari seperlima total transaksi di bursa. Dari sisi nilai, saham ini membukukan transaksi senilai Rp13,32 triliun. Aktivitas yang begitu tinggi tercermin dari frekuensi perdagangan yang menembus 875 ribu kali.
Lonjakan aktivitas ini berbanding lurus dengan kinerja harganya. Dalam rentang lima hari, saham BUMI melesat 29,2 persen ke level Rp292 per lembar. Kenaikan tajam ini memberikan kontribusi besar bagi pergerakan indeks, menyumbang 17,13 poin terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pergerakan di Tengah Arus Modal Asing
Konteks pekan lalu sendiri cukup menarik. Meski IHSG ditutup melemah 0,64 persen pada Jumat (13/2/2026), indeks secara mingguan masih berhasil menguat 3,49 persen. Penguatan ini terjadi meski dihantui aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp6,12 triliun di pasar reguler.
Di sinilah pergerakan BUMI terlihat mencolok. Berlawanan dengan arus, saham ini justru melaju kencang meski didera aksi lepas asing senilai Rp1,97 triliun. Penguatan ini dipandang banyak pengamat sebagai upaya pemulihan (rebound) setelah harga sebelumnya tertekan tajam menyusul peringatan dari MSCI pada akhir Januari lalu.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025