Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:20 WIB
Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin

MURIANETWORK.COM - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi penggerak utama pasar modal Indonesia sepanjang pekan lalu. Emiten tambang batubara ini mendominasi perdagangan saham dengan catatan volume, nilai, dan frekuensi transaksi tertinggi, sekaligus mengalami reli harga yang signifikan di tengah sentimen pasar yang beragam.

Dominasi Pasar dan Kontribusi terhadap IHSG

Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi posisi istimewa BUMI. Volume perdagangannya mencapai angka fantastis, 50,27 miliar saham, yang berarti menguasai lebih dari seperlima total transaksi di bursa. Dari sisi nilai, saham ini membukukan transaksi senilai Rp13,32 triliun. Aktivitas yang begitu tinggi tercermin dari frekuensi perdagangan yang menembus 875 ribu kali.

Lonjakan aktivitas ini berbanding lurus dengan kinerja harganya. Dalam rentang lima hari, saham BUMI melesat 29,2 persen ke level Rp292 per lembar. Kenaikan tajam ini memberikan kontribusi besar bagi pergerakan indeks, menyumbang 17,13 poin terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pergerakan di Tengah Arus Modal Asing

Konteks pekan lalu sendiri cukup menarik. Meski IHSG ditutup melemah 0,64 persen pada Jumat (13/2/2026), indeks secara mingguan masih berhasil menguat 3,49 persen. Penguatan ini terjadi meski dihantui aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp6,12 triliun di pasar reguler.

Di sinilah pergerakan BUMI terlihat mencolok. Berlawanan dengan arus, saham ini justru melaju kencang meski didera aksi lepas asing senilai Rp1,97 triliun. Penguatan ini dipandang banyak pengamat sebagai upaya pemulihan (rebound) setelah harga sebelumnya tertekan tajam menyusul peringatan dari MSCI pada akhir Januari lalu.

Strategi Pendanaan melalui Penerbitan Obligasi

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar