Prabowo Perintahkan Kabinet Rumuskan Harga Komoditas Strategis Nasional, Tak Lagi Tergantung Pasar Asing

- Rabu, 20 Mei 2026 | 12:15 WIB
Prabowo Perintahkan Kabinet Rumuskan Harga Komoditas Strategis Nasional, Tak Lagi Tergantung Pasar Asing

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk segera merumuskan harga sejumlah komoditas strategis nasional, mulai dari kelapa sawit, nikel, emas, hingga hasil tambang lainnya, agar tidak lagi ditentukan oleh pihak asing. Arahan tersebut disampaikan dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara tegas menyoroti ironi yang selama ini terjadi di sektor komoditas dalam negeri. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan harga sendiri tanpa harus bergantung pada negara lain.

“Kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi, saya mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu memaksakan penjualan apabila negara lain tidak bersedia membeli sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Sikap ini, menurutnya, merupakan bentuk kedaulatan atas sumber daya alam yang dimiliki bangsa.

“Dan kalau mereka nggak mau beli pakai harga kita ya nggak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri,” tegasnya.

Selain kelapa sawit, Prabowo juga menyoroti harga nikel yang dinilai masih dipengaruhi oleh mekanisme pasar internasional. Ia pun memerintahkan kabinet untuk menyusun formulasi harga yang lebih berpihak pada kepentingan nasional.

“Kenapa nikel kita ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, harga emas, harga semua tambang kita, harga semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, pemerintah tidak akan keberatan jika ada pihak luar yang menolak membeli komoditas Indonesia dengan harga yang telah ditetapkan. Menurutnya, lebih baik sumber daya alam tersebut disimpan untuk dimanfaatkan oleh generasi mendatang daripada dijual dengan harga murah.

“Dan kalau mereka nggak mau beli ya nggak apa-apa, biar aja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti daripada kita jual murah. Saudara sekalian saya minta dukungan majelis, marilah kita bersama-sama,” pungkas Prabowo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar