Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa upaya perdamaian di Timur Tengah tidak akan membuahkan hasil tanpa keterlibatan negara-negara kawasan. Ia juga memperingatkan Israel agar tidak mengacaukan kesepakatan damai yang tengah dirintis antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat berbicara dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Istanbul, Minggu (5/7/2026). "Tidak ada solusi yang dapat bertahan lama jika tidak didasarkan pada kehendak dan kontribusi negara-negara di kawasan ini," kata Erdogan.
Turki, yang merupakan anggota NATO dan berbatasan langsung dengan Iran, berulang kali menuduh Israel berupaya menggagalkan kesepakatan AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Ankara juga mengecam operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
"Kami memantau dengan cermat upaya pemerintah Israel untuk menggagalkan kesepakatan tersebut. Pemerintah Israel saat ini, yang kecanduan perang, tidak boleh dibiarkan kembali menyelimuti wilayah kita dengan bau mesiu dan darah," ujar Erdogan.
Di sisi lain, Erdogan menyatakan bahwa Turki berupaya mempererat kerja sama dengan Pakistan di bidang energi, transportasi, mineral strategis, teknologi informasi, dan pertahanan. Kedua negara juga mengejar target perdagangan bilateral sebesar 5 miliar dolar AS.
Sebelumnya, para pejabat dari kedua negara menghadiri forum bisnis di Istanbul. Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar menyebut perusahaan-perusahaan Turki ingin berkontribusi pada berbagai proyek di Pakistan dan berbagi keahlian di sektor energi, seiring dengan transformasi sektor kelistrikan yang sedang dijalani Pakistan.