Mesir vs Australia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Cedera Salah Jadi Sorotan

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:15 WIB
Mesir vs Australia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Cedera Salah Jadi Sorotan

Tim nasional Mesir akan menghadapi Australia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Sabtu (4/7/2026) pukul 01.00 WIB. Laga ini menjadi ujian krusial bagi kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan perdana di fase gugur.

Kondisi kapten Mesir, Mohamed Salah, menjadi perhatian utama setelah ia ditarik keluar akibat cedera hamstring saat bermain imbang 1-1 melawan Iran. Situasi ini membuat striker Manchester City, Omar Marmoush, harus memikul tanggung jawab lebih besar di lini depan The Pharaohs menghadapi pertahanan kokoh Australia.

Mesir lolos sebagai runner-up Grup G dengan catatan tak terkalahkan dalam tiga laga penyisihan, termasuk kemenangan pertama mereka di Piala Dunia saat mengalahkan Selandia Baru. Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Mesir diunggulkan dengan peluang menang 39,7 persen, sementara Australia hanya 28,4 persen.

Australia sendiri melaju ke babak 32 besar setelah menjadi runner-up Grup D di bawah Amerika Serikat. Penyerang Socceroos, Tete Yengi, mengakui tantangan berat yang dihadapi timnya dalam urusan mencetak gol setelah gagal membobol gawang lawan pada dua laga terakhir fase grup.

"Tidak ada pertandingan yang mudah. Kami menghadapi lawan-lawan tangguh dengan organisasi pertahanan yang baik, sehingga sulit mencetak gol. Tapi sekarang kami sudah lolos ke fase gugur, kami harus mencetak gol untuk menang, dan saya yakin kami akan melakukannya," ujar Tete Yengi.

Pertandingan ini juga membawa atmosfer persaingan tersendiri bagi lini belakang Australia yang dihuni bek muda. Pemain berusia 18 tahun, Lucas Herrington, menyatakan kesiapannya mengawal pertahanan dan menghadapi bintang dunia lawan.

"Saya sudah melakukannya ratusan kali di Ultimate Team, ayo saja," kata Herrington dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa sejak kecil ia sering bermain simulasi sepak bola virtual dan harus bertahan dari serangan para pemain top. "Saya sudah membayangkan menghadapi Salah sejak usia 8 tahun," jelasnya.

Herrington merasa penyesuaian terbesar di lapangan nyata adalah tidak adanya pilihan untuk mematikan koneksi internet ketika timnya kalah. "Sekarang saya menjalaninya sendiri, haha," lanjutnya.

Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi generasi muda Australia. Sebab, lima anggota skuad saat ini pernah disingkirkan Mesir pada Olimpiade Tokyo 2021.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags